Apa Itu Bunga Telang?

Diposting pada
APA ITU BUNGA TELANG?


Apakah Anda gampang lelah atau lemah otak? Merasa stres? Mengalami kegelisahan? Tidak bisa tidur? Tidak bisa hamil? Sembelit? Penglihatan buruk, Kehilangan rambut atau rambut Anda muah beruban? Apakah kulit Anda kehilangan kolagen?

Butterfly Pea atau Bunga Telang diketahui bisa membantu.

Bunga Telang Juga dikenal sebagai Asian Pigeon Wings, Blue Bell Vine, Blue Pea, Cordofan Pea dan kacang Darwin, ‘Butterfly Pea’ ( Clitoria ternatea ) yakni ramuan otak yg luar biasa yg mendorong ramuan orisinil Asia khatulistiwa tropis.

Pengobatan tradisional China dan Ayurvedic, Bunga Telang telah dikonsumsi selama berabad-abad sebagai peningkat memori, booster otak, anti stres dan biro yg menenangkan.

Dikenal dgn warna nila bercahayanya, Butterfly Pea (bunga telang) secara tradisional telah dipakai sebagai sayuran dalam memasak, untuk mewarnai padang pasir atau membuat teh berwarna yg mencolok.

Kupu-kupu Pea (bunga telang) penuh dgn kesehatan yg mempromosikan antioksidan, flavonoid dan peptida dan telah mengatakan impian yg cukup besar dalam penelitian binatang sebagai obat alami untuk banyak sekali keluhan kesehatan.

Banyak produk kecantikan juga berasal dari Butterfly Pea (Bunga Telang) lantaran imbas flavanoid, quercetin pada kulit dan rambut.

Pertama mari kita lihat manfaat kesehatan Butterfly Pea (bunga telang) yg terkenal, sebelum melihat bukti yg ada.

Manfaat Bunga Telang (Clitoria Ternatea)





MEMPERBAIKI FUNGSI PENGLIHATAN

Clitoria Ternatea mengandung antioksidan yg disebut proanthocyanidin, yg meningkatkan aliran darah ke kapiler mata, bermanfaat dalam pengobatan glaukoma, penglihatan kabur, kerusakan retina atau mata lelah.

MEMPERBAIKI PERTUMBUHAN RAMBUT

Kaya akan bioflavonoid, Butterfly Pea sanggup meningkatkan pertumbuhan rambut dan mengurangi rambut beruban.

MEMPERBAIKI KULIT

Antioksidan Kupu-kupu Pei merangsang sintesis kolagen dan elastin, yg membantu meremajakan kulit dan mengurangi keriput dan tanda penuaan lainnya.

SEBAGAI AFRODISIAK

Butterfly Pea secara tradisional dipakai sebagai afrodisiak terutama untuk perempuan dan dipakai untuk mengobati duduk kasus menstruasi atau keputihan putih (keputihan).

ANTIOKSIDAN

Flavonoid, antosianin dan senyawa fenolik dalam bunga Butterfly Pea mengaktifkan kegiatan antioksidan, yg membantu menurunkan stres oksidatif yg disebabkan oleh penyakit yg mengakibatkan dan penuaan radikal bebas.

MENINGKATKAN FUNGSI OTAK

Butterfly Pea telah terbukti meningkatkan fungsi kognitif dan meningkatkan fungsi otak.

MENURUNKAN TEKANAN DARAH

Kupu-kupu Pea mempromosikan buang air kecil normal, yg pada gilirannya menurunkan tekanan darah

ANALGESIK

Clitoria Ternatea telah dipakai secara tradisional sebagai anestesi lokal dikarenakan telah terbukti membantu mengurangi rasa sakit dan pembengkakan.

Anxiolyhic

Butterfly Pea mempunyai imbas menenangkan pada tubuh, mengurangi stres dan kecemasan

Anti-inflamasi

Bunga nila yg dalam mengandung flavonoid. Ditemukan di hampir semua buah dan sayuran, flavonoid yakni antioksidan berpengaruh dgn manfaat anti-inflamasi dan sistem kekebalan tubuh.

Anti-Asthmatic

Hal ini dipakai pada flu biasa, batuk & asma lantaran bertindak sebagai ekspektoran dan mengurangi iritasi organ pernapasan.

Anti kecemasan dan depresi

Indikasi yakni bahwa takaran tinggi Butterfly Pea mungkin adaptogenik – membantu tubuh mengatasi stresor.

Anti diabetes

Butterfly Pea telah terbukti menghambat asupan glukosa dari makanan.

Anti-HIV

Kupu-kupu Pea yakni salah satu dari beberapa ramuan yg mengandung sikloidida, yg telah mengatakan imbas anti-HIV dalam penelitian.

Anti kanker dan anti tumor

Cyclotides Clitoria Ternatea sanggup mengakibatkan final hidup sel kanker dgn mengganggu integritas membran sel.

Anti mikroba

Dalam beberapa penelitian di India, Butterfly Pea mengatakan imbas anti-mikroba yg signifikan terhadap Staphylococcus Aureus.

Anti-konvulsan

Butterfly Pea telah terbukti membantu mengurangi keparahan dan tekanan pada tubuh dari kejang yg berkhasiat dalam mengobati epilepsi.

Anti-piretik

Clitoria Ternatea sanggup membantu mengurangi demam dgn melebarkan pembuluh darah sempurna di bawah kulit, dimana udara bisa mendinginkan darah lebih mudah.

EFEK KESEHATAN DARI BUNGA TELANG

Butterfly Pea (Bunga Telang), telah dianggap mempunyai banyak manfaat kesehatan baik untuk pengobatan Cina maupun Ayurveda, yg banyak didukung oleh penelitian klinis kontemporer.

Ramuan tersebut mengatakan impian dalam penelitian untuk imbas penguat otak dan spektrum manfaat neurologisnya yg luas termasuk membantu depresi, kecemasan dan mengurangi demam.

Dalam studi hingga ketika ini, Butterfly Pea (Bunga Telang), telah mengatakan untuk berperan pada beberapa sistem utama tubuh:

The Nervous System – Butterfly Pea mempunyai imbas menenangkan di otak, The Digestive System – Butterfly Pea yakni antiemetik (anti mual), antidypsetic (anti-gangguan pencernaan), obat pencahar ringan dan kolagog (merangsang aliran empedu dari hati)
Sistem Peredaran Darah – Butterfly Pea yakni hemostatik (membantu menghentikan perdarahan) dan pemurnian darah.

Sistem Pernafasan – Butterfly Pea bertindak sebagai ekspektoran dan telah terbukti mengurangi iritasi organ pernapasan, berkhasiat dalam mengobati pilek, batuk dan bahkan asma.

Sistem Kencing Manis – Kupu-kupu Pea yakni diuretik, membantu meningkatkan buang air kecil normal dan bisa dipakai untuk disuria (sulit kencing).

Sistem Reproduksi : Butterfly Pea dilaporkan spermatogenik, membantu produksi sperma normal.

The Integumentary System – Penuaan pra-maturasi seringkali menjadi duduk kasus kulit. Flavonoid yg ada di Butterfly Pea telah ditemukan untuk meningkatkan produksi kolagen, meningkatkan elastisitas kulit.

BUnga Telang yakni salah satu dari sedikit tumbuhan di bumi yg mengandung sikloida, peptida yg telah terbukti mempunyai sifat anti-HIV dan anti-tumor, sementara siklotida tertentu telah terbukti beracun bagi sel kanker.

Faktanya, sementara penelitian lebih banyak dibutuhkan penelitian China terbaru mengatakan bahwa kacang kupu-kupu sangat efektif melawan sel kanker paru-paru tertentu.

Periset juga menemukan bahwa serbuk yg terbuat dari daun kacang kupu-kupu bisa meningkatkan kemampuan kognitif, meningkatkan daya ingat dan kekuatan otak.

Studi lain di India menemukan bahwa kacang kupu-kupu meningkatkan kadar asetilkolin dalam tubuh – neurotransmitter penting – penting untuk komunikasi di dalam otak Anda.

Acetylcholine menurun secara signifikan seiring bertambahnya usia dan Butterfly Pea telah ditemukan untuk merangsang produksinya.

Klitoria Ternatea untuk Rambut Rontok

Dalam pengobatan Thailand kuno, ramuan Butterfly Pea telah dipakai selama berabad-abad untuk mengobati contoh kebotakan pria dan uban prematur. Bahan utama dalam Butterly Pea yakni Anthocyanin, diperkirakan meningkatkan aliran darah di kulit kepala dan menopang dan memperkuat folikel rambut.

Clitoria Ternatea untuk Otak

Dalam penelitian hewan, Clitoria Ternatea telah mengatakan impian untuk imbas peningkatan ingatannya, dgn spektrum manfaat neurologis yg luas (anti-depresi, anxiolytic, anti-pirretik) ditunjukkan, walaupun penelitian lebih lanjut diperlukan.

Pada tikus, antara 50 hingga 100mg / kg ekstrak air Clitoria Ternatea ditemukan sanggup meningkatkan daya ingat selama 30 hari. 

Dosis ekstrak etanol yg lebih besar (sampai 300mg / kg) juga mengatakan beberapa manfaat, dgn ekstrak akar sepertinya lebih manjur daripada daun atau ekstrak batang. 

Satu studi in vivo Clitoria Ternatea menyarankan peningkatan fungsi kolinergik sehabis derma Clitoria Ternatea secara oral, yg menyarankan senyawa aktif utama yg meningkatkan ingatan yakni asetilkolin. 

Sebuah studi aksesori juga menyarankan peningkatan asetilkolin yg dilokalisasi ke hippocampus memakai 100mg / kg ekstrak air Kupu Kupu. 

Studi ini menilai tikus neonatal dan remaja dan menemukan hippocampal acetylcholine meningkat 130% dan 262% dari nilai awal, dgn tingkat keberhasilan tertinggi pada tikus yg lebih tua.

Pada tikus yg mengalami tekanan darah tinggi (menginduksi aminia kolinergik) tingkat retensi memori yg lebih tinggi terlihat dgn ekstrak akar Clitoria. 

Kupu Kupu untuk Kecemasan

Klitoris Ternatea telah terbukti mempunyai imbas anxiolytic dan anti-depressive yg moderat. Teh Kupu-kupu ternyata juga bisa mengurangi dampak biologis dari tekanan pada tikus ketika dikonsumsi 400mg / kg, dalam sebuah studi wacana ulkus yg disebabkan stres. 

Klitoria takaran tinggi Ternatea juga dianggap adaptogenik. 

Sementara lebih banyak penelitian diperlukan, Butterfly Pea sepertinya mempunyai imbas mengurangi stres.

Kupu-kupu Pea untuk Diabetes

Serangkaian studi in vitro wacana enzim karbohidrat menemukan bahwa Clitoria menghambat enzim glukosidase usus (IC50 dari 3,15 +/- 0,19 mg / ml) terhadap sucrase usus (IC 50 4,41 +/- 0,15 mg / ml) dan alfa-amilase pankreas (IC 50 4.05 +/- 0,32 mg / ml). 

Penelitian ini menyajikan data dari lima kuliner nabati yg mengevaluasi kegiatan penghambat α-glukosidase usus dan pankreas α-amilase dan interaksi aditif dan sinergisnya.

Studi ini menyimpulkan bahwa Butterfly Pea sanggup bermanfaat untuk membuatkan kuliner fungsional dgn kombinasi kuliner nabati untuk pengobatan dan pencegahan diabetes mellitus.

Penelitian pendahuluan juga mengatakan bahwa Clitoria Ternatea sehat untuk hati dan mungkin bermanfaat bagi penderita diabetes melalui kemampuannya untuk menghambat asupan glukosa.

Kupu-kupu Pea untuk Kesehatan Jantung

Dalam satu penelitian wacana hiperlipidemia akhir induksi, Clitoria Ternatea bisa menekan trigliserida dan kolesterol total (pada 500mg / kg) hingga tingkat yg sama dgn obat statin atorvastatin (50mg / kg) dan Gemfibrozil (50mg / kg). Manfaat pada trigliserida terlihat melalui aktivasi lipoprotein lipase (LPL).

Kedua biji Kupu Kupu dan ekstrak akar ditemukan untuk mengurangi trigliserida, namun hanya akar yg bisa mengurangi kolesterol total, mengatakan ramuan tersebut mungkin mempunyai beberapa imbas positif pada kesehatan kardiovaskular.

Temuan penelitian ini mengatakan bahwa Kupu Kupu, dikombinasikan dgn ramuan lain Vigna mungo (keluarga Fabaceae), mungkin mempunyai imbas antihilperlipidemia yg signifikan.

Butterfly Pea untuk Hipertensi

Clitoria Ternatea telah dipakai secara tradisional sebagai diuretik, yg telah dikonfirmasi dalam penelitian binatang namun tidak diselidiki lebih lanjut. 10

Kupu-kupu Pea diperkirakan bisa mendorong penyelamatan air (berkemih), yg mengurangi massa darah sehingga menurunkan hipertensi. Ada juga saran imbas diuretik ini membantu penurunan berat tubuh secara cepat tapi umumnya sementara.

Kupu Kupu untuk Demam

Clitoria Ternatea diperkirakan menurunkan demam (anti-piretik) dgn cara memperluas pembuluh darah sempurna di bawah kulit, yg meningkatkan aliran darah dimana bisa lebih gampang didinginkan.

Dalam sebuah penelitian, ekstrak metanol Clitoria ternatea dievaluasi untuk potensi anti-piretiknya pada suhu tubuh normal dan pyrexia yg diinduksi ragi pada tikus albino.

Ekstrak Butterfly Pea pada takaran 200, 300 dan 400 mg / kg menghasilkan penurunan yg signifikan pada suhu tubuh normal dan suhu tinggi yg dipicu ragi dgn cara yg tergantung dosis. Efeknya diperpanjang hingga 5 jam sehabis administrasi.

Penelitian tersebut menyarankan bahwa imbas anti-piretik pada ekstrak itu sebanding dgn parasetamol (150 mg / kg berat badan), obat standar yg diresepkan untuk demam. 7

Kupu-kupu Pea untuk Peradangan

Klitoria Ternatea mungkin mempunyai imbas menguntungkan bagi penderita asma. Dalam satu studi tikus, ekstrak etanol dari Clitoria Ternatea telah terbukti mempunyai imbas anti-asma. 8

Dalam percobaan ini, tidak ada perbedaan yg mencolok dalam imbas antara antara 100, 125, dan 150mg / kg berat badan.

Clitoria Ternatea sama efektifnya dgn obat (Dexamethasone 50mg / kg) dalam menekan leukosit dan Eosinofil.

Keamanan dan Toksisitas Butterfly Pea

Studi yg menilai toksisitas oral takaran hingga 3000mg / kg berat tubuh gagal memperhatikan toksisitas yg signifikan pada Butterfly Pea.

Kupu Kupu sebagai Makanan

Di Asia Tenggara, Butterfly Pea dipakai sebagai pewarna kuliner alami. Dalam kuliner tradisional Thailand, bunga pea kupu-kupu diperas untuk ekstrak biru mereka, yg kemudian dicampur dgn santan dan materi dasar lainnya untuk secara alami memberi warna kuliner epilog Thailand dgn warna biru dan ungu. ‘Nam dok anchan’ yakni minuman indigo-blue yg manis dan menyegarkan yg biasa dikonsumsi di Thailand yg dibentuk dgn bunga pea kupu-kupu, madu dan sirup gula.

Dalam kuliner Burma dan Thailand, bunganya juga dicelupkan ke dalam gabungan dan digoreng. Teh bunga pea kupu-kupu terbuat dari bunga ternatea dan serai kering dan warnanya berubah tergantung pada apa yg ditambahkan ke cairan, dgn jus lemon mengubahnya ungu.

Dalam kuliner Melayu, ekstrak air dipakai untuk mewarnai nasi ketan untuk ‘kuih ketan’ dan di ‘nyonya chang’.

Di Kelantan, Malaysia timur, penduduk setempat menambahkan beberapa tunas bunga ini ke dalam pot sambil memasak nasi putih untuk menambahkan warna kebiruan pada nasi yg dikenal dgn ‘nasi kerabu’.

Bagaimana cara mempersiapkan teh kuping kupu-kupu?

Selain dari banyak sekali manfaat kesehatannya, secangkir teh Butterfly Pea setiap hari sanggup membantu mengurangi rasa lelah dan menjadikan rasa hening lantaran sifat anti-inflamasi dan analgesik herbal.

Untuk membuat teh dari Butterfly Pea flowers:

Cukup curam 10 bunga, segar atau kering, di secangkir air panas, diamkan 15 menit.

Bila tidak ada warna yg tertinggal di kelopak bunga, saring cairannya dan buang bunganya. Anda akan ditinggalkan dgn kaldu berwarna indigo yg menakjubkan.

Teh bunga kupu-kupu biasanya mengandung sereh kering, yg bisa ditambahkan ketika steeping untuk meningkatkan rasa.

Teh juga bisa dikonsumsi dgn beberapa tetes jus jeruk nipis untuk membuat rasa asam ‘n’ yg manis dan mengubah teh nila bercahaya warna ungu yg lebih dalam.

Tip: Campurkan teh dgn fuchsia roselle kembang sepatu dan tehnya akan menjelma warna merah cerah.

REFERENSI

Rai KS, dkk. Pengolahan ekstrak akar Clitoria ternatea (Linn) selama periode percikan pertumbuhan meningkatkan pembelajaran dan memori pada tikus . Pharmakol Physiol India. (2001)

Taranalli AD, Cheeramkuzhy TC. Pengaruh ekstrak klitoria ternatea pada ingatan dan kegiatan kolinergik sentral pada tikus . PharmBiol. (2000).

Rai KS, dkk. Klitoria ternatea ekstrak akar meningkatkan kandungan asetilkolin pada tikus hippocampus . Fitoterapia. (2002).

Jain NN, dkk. Clitoria ternatea dan SSP . Pharmacol Biochem Behav. (2003).

Adisakwattana S, dkk. Efek penghambatan in vitro dari kuliner nabati dan kombinasinya pada glukosidase usus dan pankreas-amilase . BMC Complement Altern Med. (2012)
Solanki YB, Jain SM. Aktivitas Antihyperlipidemik Clitoria ternatea dan Vigna mungo pada tikus . Pharm Biol. (2010).

Evaluasi potensi antipiretik Klitoria ternatea . L. Boominathana, Subhash C.Mandala
Taur DJ, Patil RY. Evaluasi kegiatan antiastmatik akar klitoris ternatea L. J Ethnopharmacol. (2011).

Taranalli AD, Cheeramkuzhy TC. Pengaruh ekstrak klitoria ternatea pada ingatan dan kegiatan kolinergik sentral pada tikus . Pharm Biol. (2000).

Piala JJ, Madisso H, Rubin B. Aktivitas diuretik akar Clitoria ternatea L. pada anjing . Experientia. (1962).


TERSEDIA DALAM 4 KEMASAN

1 KILOGRAM HARGA 3.500.000

100 GRAM HARGA 700.000

20 GRAM HARGA 90.000

10 GRAM HARGA 70.000

Silahkan ORDER :

Hubungi 08568877864 WA

FORMAT SMS / INBOX :

1. Sebutkan nama lengkap

2. Sebutkan alamat lengkap + kode pos + kecamatan (untuk memilih ongkos kirim)


Sumber http://www.onlineshop-misscha.com/