Budidaya Tanaman Porang Dan Nilai Ekonomisnya Bagi Petani Di Hutan Blora

Diposting pada

Budidaya Tanaman Porang dan Nilai Ekonomisnya Bagi Petani di Hutan 

Tanaman porang (amorphopallus oncophillus) adalah tumbuhan yg hidup di hutan tropis. Tanaman yg bisa juga ditanam di dataran rendah tersebut gampang hidup di antara tegakan pohon hutan menyerupai contohnya Jati dan Pohon Sono. Porang di kawasan Jawa dikenal dgn nama iles-iles atau suweg. Termasuk tumbuhan semak (herba) yg mempunyai tinggi 100 – 150 cm dgn umbi yg berada di dalam tanah.

Batang tegak, lunak, batang halus berwarna hijau atau hitam belang-belang (totol-totol) putih. Batang tunggal memecah menjadi tiga batang sekunder dan akan memecah lagi sekaligus menjadi tangkai daun. Pada setiap pertemuan batang akan tumbuh bintil/ katak berwarna coklat kehitam-hitaman sebagai alat perkembangbiakan tumbuhan Porang. Tinggi tumbuhan sanggup mencapai 1,5 meter sangat tergantung umur dan kesuburan tanah. Umbi inilah yg akan dipungut akibatnya lantaran mempunyai zat glucomanan.

Tanaman tersebut sekarang mempunyai prospek yg menjanjikan lantaran mempunyai nilai ekonomi yg bisa dibudidayakan. Selain itu, Porang banyak sekali terutama untuk industri dan kesehatan, hal ini terutama lantaran kandungan zat Glucomanan yg ada di dalamnya. Beberapa manfaat umbi porang yg lainnya antara lain:

  1. Bahan lem
  2. Juli
  3. Mie
  4. Tahu
  5. Felem
  6. Perekat tablet
  7. Pembungkus kapsul
  8. Penguat kertas 

Karena banyaknya manfaat yg dikandung, sekarang Perhutani selaku pengelola hutan berafiliasi dgn para petani desa di sekitar hutan untuk membuatkan sela-sela tegakan pohon jati yg ditujukan untuk kebon porang.

Di Jawa pengembangan porang telah dimulai di Jawa Timur menyerupai di Madiun, Nganjuk, Jember, Kediri Ngawi dll. Melihat potensi luasnya hutan jati di Kabupaten Blora menciptakan Menteri BUMN Dahlan Iskan tertarik mengajak Perhutani memperluas lahan pengembangbiakan porang di Blora. Hal ini disambut baik Perhutani dan warga petani di Blora.

Baca Lanjutan:  Jual Prima X Neo Syifa Balikpapan

Untuk menindaklanjuti pandangan gres tersebut, Perhutani menyediakan lahan 1200 hektar di Blora. Yang terbagi dalam 4 wilayah KPH yakni di KPH Randublatung sudah siap 520 hektar, KPH Cepu 480 hektar, KPH Blora 150 hektar, dan KPH Mantingan 50 hektar. Nantinya tahun depan Perhutani juga akan membangun Pabrik Pengolahan Porang menjadi tepung porang di Blora

Pabrik tersebut nantinya bisa menampung 30 ribu ton porang setiap tahunnya. Dengan adanya pabrik di Blora nantinya bisa mengangkat kehidupan masyarakat, termasuk petani yg tergabung dalam Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH).

Menurutnya, porang gres akan bisa dipanen dua tahun lagi, sehingga tahun depan pabrik didirikan dan dikala panen hasil tumbuhan porang dari petani sudah bisa dimanfaatkan. Selama menunggu panen, petani akan dipekerjakan menanam porang dgn dibayar setiap bulannya. Petani tidak usah khawatir untuk pemasaran, lantaran akan ditampung Perhutani semua. Kata Dirut Perhutani Bambang Sukmananto.

Sabtu kemarin penanaman porang secara massal diresmikan Menteri BUMN Dahlan Iskan di hutan mrico kecut BKPH Cabak Kec.Jiken yg diikuti seribu lebih petani dari puluhan LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan) dan dilanjutkan secara berdikari oleh petani lainnya secara berkesinambungan bersama Perhutani.

Pangsa pasar porang terbesar ialah Jepang. Umbi inilah yg diolah menjadi tepung, kemudian dijadikan penganan khas Jepang menyerupai konyaku dan shirataki. Konyaku ialah homogen jelly yg kaya akan serat. Sedangkan shirataki ialah mi tipis transparan, yg dibentuk dari konyaku. Meski menjadi penganan khas Jepang, materi baku berupa umbi porang didatangkan dari Indonesia.

Kini, usul terhadap umbi porang terus meningkat. Tak heran kalau muncul beberapa eksportir baru. Mereka tidak menetapkan persyaratan terlalu ketat, kecuali harus kering dan higienis dari cendawan (jamur).

Baca Lanjutan:  Makanan Yang Ibu Perlu Elakkan Semasa Menyusu Bayi

Perkembangbiakan Porang
Perkembangbiakan tumbuhan Porang sanggup dilakukan dgn cara generatif maupun vegetatif. Secara umum perkembangbiakan tumbuhan Porang sanggup dilakukan melalui banyak sekali cara yaitu antara lain:

1. Perkembangbiakan dgn Katak
Dalam 1 kg Katak berisi sekitar 100 butir katak. Katak ini pada masa panen dikumpulkan kemudian disimpan sehingga bila memasuki ekspresi dominan hujan bisa pribadi ditanam pada lahan yg telah disiapkan. Pada setiap pertemuan batang porang akan tumbuh bintil berwarna coklat kehitam-hitaman sebagai alat perkembangbiakan tumbuhan porang, inilah yg disebut katak.

2. Perkembangbiakan dgn Biji/Buah
Tanaman Porang pada setiap kurun waktu empat tahun akan menghasilkan bunga yg kemudian menjadi buah atau biji. Dalam satu tongkol buah bisa menghasilkan biji hingga 250 butir yg sanggup dipakai sebagai bibit Porang dgn cara disemaikan terlebih dahulu.

3. Perkembangbiakan dgn Umbi

  • Dengan umbi yg kecil, ini diperoleh dari hasil pengurangan tumbuhan yg sudah terlalu rapat sehingga perlu untuk dikurangi. Hasil pengurangan ini dikumpulkan yg selanjutnya dimanfaatkan sebagai bibit.
  • Dengan umbi yg besar, ini dilakukan dgn cara umbi yg besar tersebut dipecah-pecah  sesuai dgn selera selanjutnya ditanam pada lahan yg telah disiapkan.

Syarat Tumbuh Porang
Tanaman Porang pada umumnya sanggup tumbuh pada jenis tanah apa saja, namun demikian semoga bisnis budidaya tumbuhan Porang sanggup berhasil dgn baik perlu diketahui hal-hal yg ialah syarat-syarat tumbuh tumbuhan Porang, terutama yg menygkut iklim dan keadaan tanahnya. Beberapa syarat yg diharapkan tersebut antara lain:

1. Keadaan Iklim
Tanaman Porang mempunyai sifat khusus yaitu mempunyai toleransi yg sangat tinggi terhadap naungan atau tempat teduh (tahan tempat teduh). Tanaman Porang membutuhkan cahaya maksimum hanya hingga 40%. Tanaman Porang sanggup tumbuh pada ketinggian 0 – 700 M dpl. Namun yg paling anggun pada kawasan yg mempunyai ketinggian 100 – 600 M dpl.

Baca Lanjutan:  Diet Melawan Kanser

2. Keadaan Tanah
Untuk hasil yg baik, tumbuhan Porang menghendaki tanah yg gembur/ subur serta tidak becek (tergenang air). Derajat keasaman tanah yg ideal ialah antara PH 6 – 7 serta pada kondisi jenis tanah apa saja.

3. Kondisi Lingkungan
Naungan yg ideal untuk tumbuhan Porang ialah jenis Jati, Mahoni Sono, dan lain-lain, yg pokok ada naungan serta terhindar dari kebakaran. Tingkat kerapatan naungan minimal 40% sehingga semakin rapat semakin baik.
Untuk masa panen, tumbuhan porang sanggup dilakukan sesudah berumur 3 tahun (3 kali pertumbuhan). Dan untuk harga dikala ini sekitar Rp. 800,-/kg dalam keadaan basah. Sementara apabila dijual dalam bentuk irisan keripik yg kering sanggup dijual dgn harga Rp.9.000,-/Kg. Apabila kita bisa menjualnya pribadi ke pihak investor dari pihak abnormal kita akan dihargai sekitar USD 18/Kg. Dalam setiap pohon sanggup memanen hasil sebanyak 2 Kg umbi, dan dalam setiap hektarnya sanggup diperoleh 12 ton atau sekitar 1,5 ton kering.

Itulah tadi sedikit perihal pembudidayaan porang, silahkan mencoba semoga sukses. (rs-infoBlora)

SUMBER  :  


Sumber http://kebunjaheindonesia.blogspot.co.id