Apakah Gula Stevia Memiliki Keburukan atau Efek Samping

Telah mahsyur kabar tentang keajaiban gula stevia. Tetapi apakah tidak ada keburukan gula stevia? Berikut merupakan pembahasan yang mungkin bisa bermanfaat bagi Anda. Dibahas juga tentang kebaikan gula stevia dan Efek Samping Gula Stevia.

Keburukan Gula Stevia

Penting untuk Dibaca Juga:

  1. Inilah Rahasia Khasiat Daun Stevia
  2. Apa itu Stevia Rebaudiana

Gula stevia memang dikabarkan lebih aman untuk dikonsumsi jika dibandingkan dengan gula pasir. Hal ini dikarenakan gula stevia mengandung tingkat kalori yang rendah meskipun rasanya lebih manis. Dengan demikian, konsumsi gula dapat meminimalisir resiko terserang penyakit seperti diabetes, hipertensi, jantung dan dislipidemia. Namun, apakah gula stevia benar-benar aman digunakan tanpa keburukan sama sekali? Tentu saja tidak, selayaknya pemanis buatan lainnya gula stevia juga memiliki efek negatif. Berikut ini merupakan keburukan gula stevia yang wajib Anda ketahui.

Keburukan Gula Stevia Apabila Dikonsumsi Berlebihan

1. Merusak jantung

Konsumsi gula stevia dalam jumlah yang berlebihan dapat meningkatkan resiko terkena penyakit jantung. Kajian dalam Journal of American Heart pernah mempublikasikan mekanisme gula dalam merusak jantung. Kajian ini menyatakan bahwa senyawa glukosa 6 fosfat dapat menyebabkan perubahan otot jantung yang berakhir pada kegagalan fungsinya.

2. Membentuk lemak perut

Jumlah pengidap penyakit obesitas dari tahun ke tahun semakin meningkat. Penderitanya pun bervariasi mulai dari usia anak-anak hingga dewasa. Salah satu penyebab utamanya merupakan konsumsi minuman manis dengan kandungan fruktosa yang terlalu sering. Kebiasaan ini dapat menyebabkan bertambahnya lemak perut sehingga meningkatkan resiko terserang penyakit jantung dan diabetes.

3. Menyuburkan sel kanker

Setiap manusia memiliki resiko untuk terkena penyakit kanker karena sel ini terdapat dalam tubuh. Namun, tubuh memiliki mekanisme tersendiri untuk membuat sel tersebut tidak berkembang menjadi penyakit kanker yang mematikan. Salah satu keburukan gula stevia merupakan mampu memberi nutrisi untuk pertumbuhan sel kanker.

4. Meningkatkan resiko obesitas

Kandungan fruktosa berlebihan dapat meningkatkan resiko resistensi leptin. Leptin merupakan hormon yang berfungsi untuk memberitahukan bahwa perut sudah kenyang. Jika tubuh mengalami resistensi leptin, maka otak tidak akan merasa puas walaupun perut sudah kenyang. Akibatnya, Anda tidak akan memiliki rasa kenyang dan makan terus menerus. Kondisi ini dalam jangka panjang tentu dapat menyebabkan obesitas.

5. Menurunkan kemampuan otak

Seperti halnya gula pasir konsumsi berlebihan dari gula stevia dapat mengganggu kemampuan sel otak. Maksudnya merupakan konsumsi gula stevia yang berlebihan dapat mempercepat proses penuaan sel otak. Selain itu, konsumsi gula stevia dalam jumlah yang tidak teratur juga dapat membuat otak mengalami penurunan fungsi lebih cepat.

6. Menyebabkan ketagihan

Keburukan gula stevia merupakan bersifat aditif sama seperti gula pasir sehingga dapat menyebabkan ketagihan. Sayangnya, ketagihan gula ini dapat diturunkan secara genetik karena melibatkan perubahan pada hormon ghrelin. Ghrelin merupakan hormon yang mengingatkan ketika tubuh lapar. Namun, perubahan pada hormon ini mengakibatkan tubuh selalu lapar. Dengan demikian, Anda pun merasa ingin makan terus menerus.

7. Mengandung racun seperti alkohol

Kajian dalam jurnal Nature menyatakan bahwa gula stevia memiliki tingkat resiko yang sama dengan alkohol. Kajian tersebut menunjukkan bahwa konsumsi fruktosa dan glukosa dapat meningkatkan kadar racun dalam hati. Nah, kadar racun dari gula stevia ini hampir sama dengan alkohol jika dikonsumsi berlebihan.

Banyak pendapat yang menyatakan bahwa gula stevia lebih aman dikonsumsi dibandingkan gula pasir. Namun, jika melihat informasi di atas ternyata banyak juga keburukan gula stevia jika dikonsumsi secara berlebihan. Oleh karena itu, Anda harus mengatur konsumsi gula stevia ini secara proporsional sesuai kebutuhan sehari-hari. Dengan demikian, Anda dapat meminimalisir dampak buruk yang akan diberikan oleh gula stevia terhadap kesehatan tubuh.

Kebaikan Gula Stevia

potensi dari keburukan gula stevia

potensi dari keburukan gula stevia

Di atas kita telah bahas tentang keburukan dari gula stevia. Sekarang kita bahas kebaikan gula stevia, walaupun mungkin sudah banyak orang mengetahuiinya. Berikut kebaikan dari gula tersebut:

  1. Pemanis alami yang tidak mengandung kalori dan ekstraknya bisa 300 – 450 x lebih manis dibanding gula biasa.
  2. Bahan aktif yang stabil dan tidak akan basi.
  3. Terbukti secara ilmiah, aman digunakan pada semua umur.
  4. Dapat menurunkan dan menyeimbangkan kadar gula darah.
  5. Menurunkan tekanan darah.
  6. Kurangi efek peradangan.
  7. Efek anti oksidan bisa mengurangi risiko kanker.
  8. Dapat mengobati diare.
  9. Mengontrol kandungan air dalam tubuh.
  10. Memperbaiki sistem kekebalan tubuh terhadap kuman.

Efek Samping Gula Stevia

Sebenarnya jika dikonsumsi secara normal, gula stevia hampir tidak ada efek sampingnya. Tetapi, di paragraf-paragraf sebelumnya telah kita bahas keburukan dan kebaikan gula stevia. Maka dari situ kita bisa menyimpulkan efek samping dari stevia merupakan sebagai berikut:

  1. Risiko Bagi Jantung Bila Berlebihan
  2. Menimbulkan lemak perut Bila Berlebihan
  3. Memicu Sel Kanker bila Berlebihan
  4. Terdapat Risiko Obesitas Bila Berlebihan
  5. Kemampuan Otak yang Menurun Bila Berlebihan
  6. Bisa Menimbulkan Rasa Ketagihan

Seperti itu lah efek samping yang mungkin bisa muncul dalam konsumsi gula stevia. Yang patut diperhatikan merupakan bahwa efek samping itu merupakan seperti efek samping pada makanan pada umumnya yang dikonsumsi secara berlebihan.

Seperti itulah keburukan dan kebaikan stevia. Semoga bisa bermanfaat bagi kamu yang sedang mencari informasi.

Stevia pengganti gula benar-benar seperti barang ajaib? Tetapi kami akan membahas faktanya lebih lanjut. Di sini juga akan dibahas cara membuat gula stevia. Semoga bermanfaat.

Stevia Pengganti Gula

Perlu Anda Baca Juga:

  1. Kenali Keburukan Gula Stevia
  2. Rahasia Khasiat Daun Stevia

Popularitas tumbuhan stevia memang sedang meningkat akhir-akhir ini. Ya, tumbuhan yang berasal dari famili Ateraceae mulai disebut-sebut dapat menggantikan gula sebagai pemanis makanan dan minuman. Penggunaannya pun dinilai lebih aman untuk dikonsumsi karena mengandung kalori yang rendah meskipun rasanya lebih manis. Dengan demikian, konsumsi stevia pengganti gula tentu aman bagi para penderita penyakit jantung, stroke dan diabetes. Opini ini tentu tidak disusun secara sembarangan melainkan berdasarkan data hasil penelitian berbagai institusi yang kredibel. Berikut ini merupakan data hasil penelitian yang membuktikan bahwa gula stevia aman dikonsumsi.

Hasil Penelitian yang Menunjukkan Gula Pengganti Stevia Aman Dikonsumsi

1. Penelitian Journal of Medical Food

Hasil penelitian yang dipublikasikan melalui Journal of Medical Food menyatakan bahwa gula stevia bermanfaat untuk kesehatan. Manfaat tersebut diantaranya merupakan dapat menurunkan resiko terkena penyakit jantung, stroke dan diabetes. Kondisi ini tidak terlepas dari kandungan senyawa organik pada stevia yang mampu mengendalikan gula darah.

2. Penelitian para akademisi Meksiko

Penelitian mengenai stevia rabaudiana dilakukan oleh para akademisi Meksiko yang berasal dari tiga institusi. Ketiga institusi tersebut terdiri dari Universitas Otonomi Yucatan, Universitas Yolanda-Miguel-Ordez dan Institut Nasional Kehutanan, Argonomi dan Peternakan, Yucatan, Meksiko. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa stevia pengganti gula berpotensi untuk digunakan sebagai obat alami untuk penyembuhan obesitas, hipertensi, diabetes dan dislipidemia.

Berdasarkan kedua hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa gula stevia memang bermanfaat bagi kesehatan. Oleh karena itu, Anda sebaiknya segera mengganti jenis gula yang dikonsumsi untuk pola hidup sehat yang lebih baik. Mengapa harus mengganti jenis gula yang dikonsumsi? Bukankah setiap gula memiliki efek yang sama begi kesehatan? Tentu saja tidak karena gula stevia memiliki berbagai manfaat yang justru berdampak baik bagi kesehatan.

Manfaat stevia pengganti gula bagi kesehatan

stevia pengganti gula

stevia pengganti gula

1. Mencegah diabetes

Seperti telah diungkapkan sebelumnya bahwa gula stevia memiliki kandungan kalori yang rendah. Kondisi ini tentu membuat daun ini aman dikonsumsi dan tidak akan meningkatkan gula darah Anda. Dengan demikian, resiko terserang penyakit diabetes dapat diminialisir.

1. Mencegah kegemukan
Gula stevia berkhasiat bagi Anda yang memiliki masalah berat badan berlebih (kegemukan). Gula ini menjadi solusi ampuh untuk mengatasi masalah kegemukan Anda. Semua ini tidak terlepas dari rendahnya kandungan kalori pada daun stevia.

2. Mencegah hipertensi
Manfaat stevia pengganti gula yang kerap diandalkan merupakan mencegah serangan penyakit hipertensi. Gula ini mengandung banyak manfaat untuk membuat tekanan darah Anda lebih stabil. Kondisi ini tentu saja dapat meminimalisir resiko terkena hipertensi.

3. Menangkal efek radikal bebas
Gula stevia juga terbukti berkhasiat untuk menangkal efek radikal bebas pada tubuh Anda. Senyawa alami yang terkandung dalam gula ini terbukti ampuh mengatasi efek negatif akibat paparan langsung radikal bebas pada tubuh Anda.

4. Anti kanker
Manfaat gula stevia yang tidak kalah penting merupakan sebagai anti kanker. Gula ini mengandung senyawa anti kanker yang alami dan dapat mencegah kerusakan pada sel tubuh Anda.

5. Mencegah kegemukan
Gula stevia berkhasiat bagi Anda yang memiliki masalah berat badan berlebih (kegemukan). Gula ini menjadi solusi ampuh untuk mengatasi masalah kegemukan Anda. Semua ini tidak terlepas dari rendahnya kandungan kalori pada daun stevia.

Itulah kajian ilmiah mengenai stevia pengganti gula disertai lima manfaatnya. Harapannya, setelah mengetahui manfaat dari daun stevia Anda akan semakin yakin untuk mengkonsumsinya. Dengan demikian, Anda dapat mengoptimalkan penerapan pola hidup sehat berupa konsumsi gula yang rendah kalori.

Cara Membuat Gula Stevia

Supaya praktis digunakan, daun stevia dapat diubah jadi bubuk. Langkahnya keringkan daun stevia dengan cara dijemur atau dikeringkan dengan oven. Lalu daun stevia kering itu dihalusi dengan blender atau grinder cofee.

Bagian dari stevia yang dipakai untuk pemanis ialah daunnya. Daun tersebut bisa langsung dipakai untuk pemanis. Cara untuk mendapatkannya yaitu dikeringkan terlebih dahulu. Proses pengeringan daun tak perlu panas yang tinggi. Dalam skala rumah tangga, bisa hanya dengan mengeringkannya di bawah cahaya matahari lebih kurang 12 jam. Mengeringkan di sini merupakan untuk menurunkan kadar steviosidanya. Bisa juga dengan mengeringkan daun stevia dalam microwave selama 2 menit. Setelah itu bisa diserbukkan. Serbuk tersebut bisa kemudian digunakan sebagai pemanis makanan.

Stevia pengganti gula juga dapat dikonsumsi dalam bentuk cair, yaitu dengan cara merendamnya selama 1 hari. Lalu disimpan dalam lemari pendingin. Perbandingan air dengan bubuk stevia yaitu satu banding empat. Yang perlu diperhatikan ialah keamanannya. Hindari memakai stevia dengan langsung jikalau daun itu terpapar oleh pestisida atau pun bahan kimiawi lainnya yang bisa berbahaya untuk kesehatan.

daun manis stevia rebaudiana

Apa itu Stevia Rebaudiana

Spesies Stevia rebaudiana, lebih sering dikenal sebagai ‘sweetleaf, ‘Sugar Leaf, ‘daun manis, atau cukup ‘stevia, sering ditanam untuk daun pemanis. Untuk pemanis & gula pengganti, rasa stevia mempunya onset lambat & durasi yang lebih lama dibanding gula, & beberapa ekstrak yang barangkali mempunyai rasa pahit / licorice sebagaimana aftertaste dalam konsentrasi tinggi.

Penting untuk Dibaca Juga:

  1. Benarkah Stevia Pengganti Gula Aman Untuk Dikonsumsi?
  2. Kenali Keburukan Gula Stevia

Di Amerika Selatan, semak tsb dinamakan Stevia Rebaudiana sudah dipakai untuk pemanis & obat herbal sejak berabad-abad. Tetapi Kemudian Pemanis yang berasal dari tanaman yang diekstrak dari daun / beberapa senyawa manis dibatasi.

Senyawa-senyawa yang menimbulkan rasa manis di daun Stevia disebut Stevioside & rebaudioside A. Mereka berdua ini lebih manis seratus kali dibanding gula. Tetapi Stevia cenderung memiliki rasa pahit setelah rasa manis. Rebaudioside A memiliki setidaknya zat kepahitan dan karena itu pemanis Stevia komersial yang sudah diproses lebih populer.

Fakta-Fakta Tentang Stevia Rebaudiana

budidaya stevia rebudiana

budidaya stevia rebudiana

Stevia Rebaudiana merupakan satu-satunya species dari sekitar 200 jenis stevia di Amerika Selatan yang bisa dipakai sebagai pemanis. Tahun 70-an, stevia sudah banyak digunakan secara luas sebagai alternatif gula.

Di Jepang dinamai “sutebia”, 5,6% gula yang ada di pasar ialah stevia. Sebagai pemanis pengganti gula sudah tentu Stevia aman digunakan, bahkan bermanfaat sebagai obat dibanding pemanis buatan semisal aspartam & sakarin.

Di Indonesia, penelitian untuk pengembangan stevia sudah dilakukan sejak tahun 84 oleh Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia. Dan menciptakan bibit unggul klon BPP 72. Stevia mempunyai keunggulan semisal kemanisannya yang 200-300 kali tingkat kemanisan tebu. Juga rendah kalori sehingga aman dikonsumsi penderita diabetes & pengidap obesitas. Stevia juga  memeliki sifat non-karsinogenik.

Zat pemanis stevia, yakni steviosida & rebaudiosida tak bisa difermentasikan bakteri dalam mulut jadi asam. Asam ini yang jika nempel di email gigi menyebabkan gigi berlubang. Karena itu, stevia tak menyebabkan gangguan pada gigi.

Stevia masuk klasifikasi perdu yang tumbuh di ketinggian 500-1000 meter di atas permukaan laut, di dataran rendah stevia cepat berbunga & mudah mati bila sering dipanen. Suhu cocok berkisar 14-270C dan cukup sinar matahari sepanjang hari. Ada beberapa cara memperbanyak stevia, yaitu dengan mengecambahkan biji, stek batang, misah rumpun atau kultur jaringan.

Stevia mempunyai zat gizi penting semisal protein, serat, karbohidrat, dan lemak. Kandungan mineralnya pun bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Tapi, pada stevia juga ada komponen anti zat gizi semisal asam oksalat & tanin yang bisa mengurangi bioavailabilitas kalsium, besi, &  zat gizi mikro lainnya.

Manfaat Stevia Rebaudiana

daun manis stevia rebaudiana

daun manis stevia rebaudiana

1. Menangkal diabetes

Manfaat daun ini bisa Anda pakai sebagai bahan alami pemanis yang tak akan meningkatkan tingkat gula di dalam darah mu, oleh karena itu diabetes bisa ditangkal. Bahkan, para peneliti mendapat temuan bahwa stevia bisa menaikan sensitivitas insulin, mengurangi tingkat glukosa darah setelah makan & menunda perkembangan resistensi insulin.

2. Mencegah efek radikal bebas

Zat alami yang dikandung sama daun ini cukup ampuh dalam mengatasi dampak negatif yang diakibatkan oleh terpaparnya radikal bebas ke badanmu.

3. Melawan kanker

Daun ini mempunyai zat anti kanker yang alami & bisa melindungi sel tubuh dari kerusakan (damage) yang mengganggu.

4. Melawan kegemukan

Daun stevia bia jadi bahan yang ampuh dalam menangkal kegemukan dikarenakan tak mengandung banyak kalori untuk badanmu.

5. Menangkal hipertensi

Daun stevia mempunyai beragam khasiat bagi tekanan darah sehingga tak akan menimbulkan gangguan hipertensi.

6. Mencegah & Mengatasi inflamasi

Manfaat daun stevia sebagai anti inflamasi yaitu mampu mencegah serta menyembuhkan radang di tubuh. Daun ini mengandung anti radang alami, baik agar peradanganmu cepat sembuh.

7. Mengatasi racun

Kegunaan daun stevia bagi kesehatan tubuh bisa diandalkan dalam menangkal beagam jenis racun yang mengendap dalam tubuhmu. Mulai memakai daun ini supaya tubuhmu tak terinfeksi racun.

8. Memelihara jantung

Daun ini akan menjaga kestabilan detak jantung, jadi bisa membuatnya bekerja lebih optimal dalam tubuhmu. Memang, daun stevia belum lumayan poluler di masyarakat Nusantara. Meskipun, di luar negeri, stevia dapat digunakan sebagai pemanis kue ataupun minuman. Bentuknya pun beragam, mulai dari bubuk siap pakai sampai cairan berasa varian buah.

9. Menangkal sariawan

Kandungan alami pada daun stevia bisa membuat kesehatan rongga mulut  terjaga & tak gampang mengalami sariawan.

Tentang Budidaya Stevia Rebaudiana

Masyarakat Nusantara umumnya cuma mengenal tebu & nira kelapa/siwalan/Aren sebagai penghasil gula, meskipun terdapat tanaman lain yang di gunakan sebagai pemanis alami yaitu STEVIA.

Stevia memang lebih populer di daerah asalnya, Amerika Selatan & juga di Asia Timur semisal Cina, Jepang, & Korea Selatan. Di Negara Paraguai, suku Indian Guarani sudah memakai stevia sebagai pemanis mulai ratusan tahun lalu.

Berikut klasifikasi morfologis dari Stevia (Hutapea 1991):

Divisi : Spermatophyta
Subdivisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledoneae
Ordo : Asterales
Famili : Composite
Genus : Stevia
Spesies : Stevia Rebaudiana Bertonii M.

Stevia ialah tanaman perdu yang berkembang di tempat ketinggian 500/1000 mdpl. Pada dataran rendah stevia lebih cepat berbunga, mudah mati bila keseringan dipanen. Suhu yang pas sekitar antara 14-27° Celsius. Harus cukup akan pancaran sinar matahari seharian. Beberapa cara untuk menggandakan stevia, yaitu dengan kecambahkan benih stevia, menstek batang stevias, dan memisahkan rumpun atau dengan jalan kultur jaringan.

Bagian tanaman stevia yang pemanis ialah daunnya. Daun stevia langsung dipakai sebagai pemanis. Cara memakainya yakni dengan dikeringkan. Proses pengeringan tak perlu panas tinggi. Dalam Skala rumah tangga, bisa dengan hanya mengeringkannya dengan sinar matahari selama kurang lebihg 12 jam, mengeringkan lebih dari itu bisa menurunkan steviosidanya. Bisa juga dengan mengeringkan stevia memakai microwave selama 2 menit, lalu dijadikan serbuk. Serbuk ini bisa langsung dikonsumsi untuk pemanis. Pemanis stevia ini pun bisa dikonsumsi sebagai cairan, yaitu dengan merendamnya dengan air 24 jam lalu disimpan di dalam kulkas. Perbandingan air dan stevia ialah 1:4.

Yang patut diperhatikan ialah faktor keamanannya. Jangan memakai stevia secara langsung jika daun telah terpapar pestisida or bahan kimia jenis lain yang bisa berbahaya untuk kesehatan.

Pertumbuhan stevia dipengaruhi panjang hari. Stevia termasuk long day plant, sehingga tanaman ini bisa cepat berbunga & berbuah bila memperoleh panjang hari lebih dari 12 jam. Dalam hari pendek – optimum 12 jam, stevia mulai berbunga di usia 60 hari sesudah tanam. Tanaman akan berbunga 40 hari sesudah dikepras. Demikian periode pertumbuhan vegetatif lebih singkat 20 hari dibanding tanaman semaian. Hari panjang menyebabkan pertambahan ruas, bobot kering daun, luas daun, & meningkatkan gula gampang larut, steviosida & protein.

Di Nusantara, stevia ditanam pada 700-1500 mdpl dengan suhu 20°C – 24°C. Hujan pertahun rata-rata 1400 mm dengan 2 sampai 3 bulan kering. Tanaman Stevia tumbuh baik do tanah andosol, podsol, dan latosol. Stevia perlu kelembapan tanah yang cukup tinggi & mempunyai toleransi tinggi atas tanah basah. Dalam daerah tropis, tanaman  stevia ini bisa ditanam terus menerus selama tahun. Oleh karena itu jumlah gula stevia setahun bisa mengungguli gula stevia daerah-daerah subtropis lainya yang cuma ditanam sekali dalam setahun.

Pernggandaan biji stevia bisa dilakukan dengan biji, batang/stek, atau melalui kultur jaringan. Benih stevia berbentuk jarum & memliki warna putih kotor. Menggandakan penggunaan benih jarang digunakan sebab tingkat keberhasilannya masih sangat rendah & pertanaman yang tak seragam. Stevia yang pernah ada di Nusantara berasal dari Korean, Jepang,  & China. Bahan tanaman itu berasal dari benih, oleh karena itu pertumbuhan tanaman stevia di lapangan sangat bervariasi.

Sumber Tulisan:

  1. id.wikipedia.org/wiki/Stevia
  2. http://www.ahlinyadiabetes.com/tag/khasiat-daun-stevia-kering/
  3. http://tanamansehat.blogspot.co.id/2013/06/stevia.html
  4. student.cnnindonesia.com/keluarga/20170529140816-436-218005/manfaat-daun-stevia-bagi-tubuhmu/
  5. http://daryapadmaenoes.blogspot.co.id/2016/09/budidaya-daun-stevia-sebagai-pemanis.html

Khasiat Daun Stevia

Khasiat daun stevia memang sangat ajaib. Sedikit banyak Anda pasti sudah mendengarnya. Tetapi di sini kita akan bahas khasiat stevia lebih dalam lagi. Selain itu juga ada menfaat daun stevia dan manfaat teh stevia. Silahkan disimak gan.

Penting untuk Dibaca Juga:

  1. Apa itu Stevia Rebaudiana
  2. Benarkah Stevia Pengganti Gula Aman Untuk Dikonsumsi?

Khasiat Daun Stevia

Daun stevia memang belum begitu populer di Indonesia karena lebih banyak dibudidayakan di Amerika Latin. Dengan demikian, khasiat daun stevia tentu belum dikenal secara luas. Sekilas penampakkan wujud daun stevia memang mirip dengan daun mint. Namun, ternyata keduanya berbeda jenis karena stevia justru merupakan kerabat dari bunga matahari. Daun stevia tumbuh dapat subur di daerah dengan iklim tropis, seperti wilayah Amerika Latin dan memungkinkan untuk dibudidayakan di Indonesia. Ciri khas dari daun stevia ini merupakan rasanya yang manis. Jadi, tidak mengherankan jika daun ini dapat digunakan sebagai alternatif pengganti gula biasa.

Rasa manis yang dihasilkan daun stevia sebetulnya disebabkan oleh kandungan molekul kompleks steviosida. Komposisi dari molekul steviosida ini merupakan glikosida yang disusun dari glukosa, sophorose dan stevsol. Dibandingkan dengan gula tebu (sukrosa), stevia memiliki tingkat kemanisan sekitar 200-300 kali. Meskipun memiliki rasa yang manis, namun kandungan kalori pada gula stevia merupakan nol persen. Oleh karena itu, penggunaan jenis daun ini sebagai bahan dasar gula dapat bermanfaat bagi kesehatan.

Khasiat Daun Stevia untuk Kesehatan

1. Menyehatkan jantung
Tentu belum banyak orang yang mengetahui bahwa daun stevia ini bermanfaat untuk kesehatan jantung. Daun ini akan membuat detak jantung Anda lebih stabil sehingga dapat membuatnya bekerja lebih maksimal.

2. Mencegah sariawan
Disamping mampu mengatasi penyakit dengan tingkat keparahan yang tinggi, daun stevia juga efektif untuk mengobati penyakit ringan. Salah satu penyakit ringan yang mampu diobati oleh daun stevia merupakan sariawan. Kandungan alami yang terdapat pada daun ini membantu menyehatkan rongga mulut sehingga tidak mudah mengalami sariawan.

3. Menjaga daya tahan tubuh
Kekuatan daya tahan tubuh Anda dipengaruhi oleh sistem imun. Jika Anda merasa mudah terserang berbagai penyakit. Itu pertanda bahwa Anda harus segera mengkonsumsi daun stevia. Salah satu khasiat daun stevia yang terpenting merupakan mampu melindungi tubuh dari serangan berbagai penyakit.

4. Anti inflamasi
Inflamasi merupakan gejala peradangan pada tubuh. Manfaat daun stevia sebagai anti inflamasi itu artinya mampu mencegah bahkan menyembuhkan peradangan. Hal ini dikarenakan daun stevia memiliki kandungan anti radang alami yang membuat peradangan Anda cepat sembuh.

5. Menangkal racun
Penggunaan daun stevia untuk dikonsumsi dapat menghindarkan tubuh Anda dari resiko terinfeksi racun. Daun stevia dapat diandalkan untuk menangkal berbagai jenis racun yang mengendap di tubuh Anda.

6. Mencegah kegemukan
Daun stevia berkhasiat bagi Anda yang memiliki masalah berat badan berlebih (kegemukan). Daun ini menjadi solusi ampuh untuk mengatasi masalah kegemukan Anda. Semua ini tidak terlepas dari rendahnya kandungan kalori pada daun stevia.

7. Mencegah hipertensi
Khasiat daun stevia yang kerap diandalkan merupakan mencegah serangan penyakit hipertensi. Daun ini mengandung banyak manfaat untuk membuat tekanan darah Anda lebih stabil. Kondisi ini tentu saja dapat meminimalisir resiko terkena hipertensi.

8. Menangkal efek radikal bebas
Daun stevia juga terbukti berkhasiat untuk menangkal efek radikal bebas pada tubuh Anda. Senyawa alami yang terkandung dalam daun ini terbukti ampuh mengatasi efek negatif akibat paparan langsung radikal bebas pada tubuh Anda.

9. Anti kanker
Manfaat daun stevia yang tidak kalah penting merupakan sebagai anti kanker. Daun ini mengandung senyawa anti kanker yang alami dan dapat mencegah kerusakan pada sel tubuh Anda.

10. Mencegah diabetes
Seperti telah diungkapkan sebelumnya bahwa daun stevia memiliki kandungan kalori yang rendah. Kondisi ini tentu membuat daun ini aman dikonsumsi dan tidak akan meningkatkan gula darah Anda. Dengan demikian, resiko terserang penyakit diabetes dapat diminialisir.

Ternyata banyak sekali khasiat daun stevia bagi kesehatan tubuh. Oleh karena itu, tidak ada salahnya jika Anda mulai membudidayakan tumbuhan ini sebagai tanaman obat keluarga. Selain itu, jika Anda tidak sempat menanam daun stevia, maka terdapat cara lain untuk menikmati khasiatnya. Anda hanya perlu mengurangi konsumsi gula pasir dan menggantinya dengan gula stevia. Rasanya memang lebih manis, tetapi gula ini jauh lebih aman karena rendah kalori.

Manfaat Daun Stevia Lainnya

manfaat daun stevia

manfaat daun stevia

Sudah dijelaskan 10 manfaat daun stevia di atas. Yang di atas tersebut merupakan manfaat utama. Selain itu ada manfaat lainnya dari stevia lainnya, yaitu sebagai berikut:

  1. Menyehatkan gigi
  2. Menyehatkan kulit
  3. Mencegah flek dan keriput
  4. Menguatkan tulang
  5. Anti penuaan dini

Seperti itulah tulisan singkat tentang manfaat daun stevia.

Manfaat Teh Daun Stevia

Daun stevia juga dapat dikonsumsi dalam bentuk teh. Untuk membuat teh daun stevia ada dua cara. Pertama, Anda bisa mengeringkan terlebih dahulu daun stevia. Lalu setelah kering, Anda bisa langsung mneyeduhnya. Cara Kedua yaitu, Anda menyeduh teh hitam bersama daun stevia yang baru dipetik. Daun tersebut bisa langsung dikonsumsi atau dikeringkan terlebih dahulu.