Jenis-Jenis Gula

Diposting pada
Di artikel sebelumnya sahabat Rkeyla menanyakan apa itu gula kastor?
Nah semoga tidak keliru, yuk kita berkenalan dulu dgn jenis-jenis gula. Di dalam dunia kuliner tentu dikenal ada beberapa jenis gula. Kadang di dalam sebuah resep, kita menemukan pemakaian gula lebih dari 1 jenis. Berikut ini beberapa jenis gula yg sering kita temui, aku ambil dari NCC dan beberapa buku lainnya, yaitu:

1. Palm Sugar
 sahabat Rkeyla menanyakan apa itu gula kastor Jenis-jenis Gula
Palm Sugar bahwasanya sama menyerupai Gula Jawa biasa, terbuat dari Nira kelapa. Hanya saja pada pembuatannya dilakukan proses pemanasan lebih lanjut sehingga terjadi granulasi, menjadi menyerupai pasir. Rasanya persis gula jawa alasannya ialah materi utamanya sama, tapi kalau pada gula jawa kita suka sanggup “bonus” kembang Manggar (bunga kelapa), pada Gula Palm kita dapatkan gula yg higienis dari cemaran bahan-bahan lain. Hampir semua resep yg memakai Gula Jawa, sanggup diganti dgn Palm Sugar ini. Palm Sugar sanggup kita beli di pasar atau supermarket.

2. Brown Sugar
 sahabat Rkeyla menanyakan apa itu gula kastor Jenis-jenis Gula
Brown Sugar, tidak dibentuk dari Nira, tapi dari sari tebu yg biasa digunakan untuk menciptakan gula pasir. Hanya saja, pada proses pembuatannya, brown sugar masih besar lengan berkuasa kandungan molasesnya, yaitu sari tetes tebu yg berwarna coklat dgn aroma khas. Brown Sugar banyak digunakan untuk menciptakan aneka camilan manis dan minuman.
Brown Sugar biasanya dijual di toko materi camilan manis (TBK) atau supermarket besar.

Baca Lanjutan:  Resep Leci Melon Punch Minuman Segar

3. Gula Pasir

Bila bentuk butirannya kasar, akan sulit larut dalam adonan. Kue yg dihasilkan jadi lebih keras dan berangasan alasannya ialah berpori-pori besar dan warnanya lebih cokelat dan rasanya lebih manis. Pilihlah gula pasir yg putih dan bersih.

4. Gula Kastor (Castor Sugar)

Adalah gula pasir berbutir halus, warnanya putih dan rasanya tidak semanis gula pasir berbutir kasar. Sifatnya gampang larut dalam gabungan sampai menghasilkan camilan manis yg renyah, dan warnanya bagus.

5. Gula Bubuk (Icing Sugar)

Terbuat dari gula pasir yg dihaluskan, sehingga bentuknya menyerupai tepung. Sifatnya gampang larut dalam adonan. Membuat camilan manis lebih garing dan renyah. Ayak terlebih dahulu sebelum dipakai, semoga gampang menyatu dgn materi lainnya. Gula debu gampang sekali menyerap udara, kalau tidak ditutup rapat dan disimpan terlalu usang maka akan menggumpal dan keras.

Gula ini sudah ditambah dgn materi anti penggumpal. Biasanya digunakan untuk menghias. Karena sudah mengandung materi anti gumpal, gula icing ini sebaiknya jangan digunakan untuk mengganti gula biasa atau gula kastor.

Baca Lanjutan:  Gurame Asam Manis

6. Gula Donat

Adalah gula icing/icing sugar yg sudah ditambahi perasa hambar atau mint. Rasanya hambar dan lumer di lidah, bentuknya menyerupai gula halus tetapi tidak menggumpal. Gula ini banyak digunakan untuk melapisi permukaan donat atau camilan manis kering menyerupai camilan manis putri salju. Banyak dijual di TBK.

7. Gula Merah

Orang sering menyebutnya Gula Jawa, gula ini terbuat dari Nira kelapa. Gula ini lebih sering digunakan pada kuliner atau untuk menciptakan kinca.

***

Selain membantu penyebaran dan rekahan struktur kue, gula memperpanjang daya simpan alasannya ialah bersifat menyerap air.
Gunakan gula sesuai ukuran resep. Gula menjadikan reaksi pencoklatan (browning). Pemakaian gula hiperbola menciptakan bentuk kue melebar dan cepat gosong. Sedangkan kurang gula menciptakan camilan manis kering berwarna pucat, matangnya usang dan aromanya kurang harum.

Mudah-mudahan bermanfaat!


Sumber http://dapurpunyaku.blogspot.co.id/