King of Satay Challenge 2018

King of Satay Challenge 2018

Diposting pada

Pernahkah Anda bertanya-tanya apa yang membuat sate yang baik? Apakah itu daging lezat, cukup-hangus dipasangkan dengan saus kacang tebal dan tebal?

Di King of Satay Challenge 2018 yang diselenggarakan oleh Sekolah Perhotelan dan Pariwisata SEGi Universiti Kota Damansara dalam kemitraan dengan Malaysian Indians Association (MICA), kami tidak hanya mencari tahu apa yang membuat sate lezat, tetapi juga varian sate lainnya.

Sebelum kita masuk ke rincian kompetisi, apakah Anda tahu bahwa kemungkinan sate yang baik tidak ada habisnya?

Satu-satunya batasan adalah imajinasi kita. King of Satay Challenge 2018 membuktikan hal itu. Para peserta pasti tidak menahan diri dalam menyalurkan kreativitas mereka dan menampilkan bakat mereka.

Untuk Malaysia, Dengan Cinta


Bersamaan dengan Hari Malaysia, Raja Tantangan Satya memang merupakan bukti cinta orang-orang Malaysia untuk sate sambil meningkatkan semangat daya saing di antara para pesaing.

Ada lebih dari 80 master sate yang mewakili berbagai hotel, restoran, perusahaan dan sekolah kuliner yang bersaing dalam tantangan ini. Kompetisi itu pasti memanas bahkan sebelum dimulai.

Master sate tidak menahan diri dalam menampilkan kreativitas mereka. Variasi sate dari sate direndam apel hijau ke sate squid membuktikan bahwa adegan kuliner bangsa kita berada di tangan koki muda Malaysia yang baik.

Para kontestan baik itu dari generasi yang lebih tua atau lebih muda masih tetap setia pada konsep sate klasik Meskipun perpaduan rasa modern.

Baca Lanjutan:  7 Makanan Harus Dihindari Asma. Mencegah Tentunya Lebih Baik Daripada Mengobatinya.

Hakim pergi

Dewan juri terdiri dari nama-nama terkenal di industri seperti Master Chef Sabri Hassan dari Tamu Hotel Kuala Lumpur yang menjadi ketua hakim kompetisi.

Dalam tantangan King of Satay, para peserta dinilai berdasarkan waktu penyelesaian, kebersihan makanan, kerja tim, keterampilan presentasi, dan kreativitas dalam aplikasi bahan baku dan bumbu.

Pemenang Membawa Semua


Di antara 80 peserta yang berasal dari Singapura, India dan Indonesia, hanya ada satu pemenang yang dijuluki sebagai 'King Of Satay'.

Judul 'Raja Sate Utama' yang dianugerahkan kepada Muhammad Afiq bin Abdul Malek dan Nur Effendy bin Mohammad Yusoff dari New World Hotel Petaling Jaya. Sang juara berjalan pulang dengan hadiah uang tunai senilai RM700, piala, sertifikat, dan hadiah yang disponsori oleh Adabi, Chili Giling Terengganu dan Malabar Cooking Oil.

Kompetisi Makanan Lainnya

Kemitraan antara SEGi dan MICA memberikan kesempatan bagi para koki untuk memamerkan bakat mereka dalam seni kuliner sambil mendidik generasi muda tentang pentingnya melestarikan resep warisan budaya.

Selain itu, kompetisi kuliner seperti ini adalah platform besar untuk mengamati tren makanan baru dan bagaimana mereka dicampur menjadi hidangan klasik seperti Sate. Diharapkan bahwa lebih banyak kegiatan dan acara kuliner diadakan di masa depan sebagai bukti bahwa masakan lokal kita tidak mati dalam gelombang modernitas.

Tag:
tantangan, koki, kontes, hari malaysia, profesional, sate, raja sate, sate

Sumber: http://www.butterkicap.com/bisnes-makan/king-of-satay-challenge-2018

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *