Resepmakanan.me
Resepmakanan.me

Kromotografi Kolom

Diposting pada


Kromotografi kolom ialah suatu metode pemisahan yg di dasarkan pada pemisahan daya adsorbsi suatu adsorben perihal terhadap suatu senyawa, baik pengotornya maupun hasil isolasinya. Sebelumnya dilakukan percobaan tarhadapKLT sebagai pencari kodisi eluen. Misalnya apsolsi yg cocok dgn pelarut yg baik sehingga antara pengotor dan hasil isolasinya terpisah secara terpisah secara tepat
Alat yg diinginkan ialah kolom gelas yg diisi dengn zat padat aktif ibarat alumino dan selika jel sebagai efase diam. Zat yg dimasuakn lewat puncak kolom akan mengalir kedalam zat penyerap. Zat diserap dari larutan secara sepurna oleh zat peresapan berupa pita sempit pada ujung kolom dgn kecepatan yg berbeda, sehingga terjadi pemisahan dalam kolom. Hasil pemisahan ini disebut kromatogram
Umumnya pada kk digunakan adonan sejenis ibarat adonan gasdilakukan pada suatu penyerap (absorbent). Komponen penyusun campur akan diserap oleh adsoben ialah 1banding 50
Metode ini sanggup memisahkan zat dari 100 mg hingga 5mg bahkan lebih.pemisahan adonan baik bila harga Rf = 0.6. tekhnik kk paling sesuai untuk pemisahan hasil isolasi dari pengotornya
Pemisahan denagan kk biasanya digunakan absorben yg paling umum : alumunium oksida ( AL2 O3) yg memiliki daya absorsi atau kereaktifan yg diatur secara cepat sehingga penggunaan menunjukkan hasil yg baik. Seberapa jauh komponen itu sanggup diserap absorben tergantun pada sifat fisika komponen tersebut.
Bila adonan cairan dilakukan dgn kolom yg berisikan absorben, komponen cairan lainya akan mengalir kebawah . jadi semakin lemah kemungkinan cairan itu teradsopsi semakin cepat komponen itu mengalir ke bawah
Bila kecepatan gerak cairam itu lebih besar dari pada kecepatran absorbsi oleh absorben.
Prinsip-prisip kerja k.kolom
          Berdasarkan kepada perbedaan daya serap dari masing-masing komponen, adonan yg akan diuji, dilarutkan dalam sedikit pelarut kemudian di masukan lewat puncak kolom dan dibiarkan mengalir kedalam zat menyerap.
Senyawa yg lebih polar akan terserap lebih berpengaruh sehingga turun lebih lambat dari senyawa non polar  terserap lebih lemah dan turun lebih cepat.
Zat yg di serap dari larutan secara tepat oleh materi penyerap berupa pita sempit pada kolom. Pelarut lebih lanjut/ dgn tanpa tekanan udara masin-masing zat akan bergerak turun dgn kecepatan khusus shingga terjadi pemisahan dalam kolom.
Faktor yg mempengaruhi kecepatan gerak zat:
          Daya serap adsorben.
          Sifat pelarut.
          Suhu sistem kromotografi.
Kecepatan turunan sampel dipengaruhi oleh :
          Tekanan didalam kolom semakin besar semakin cepat.
          Panjan absorban
Makin panjan makin cepat turunnya senyawa.
          Ukuran artikel absorben
          Rongga udara dalam absorben.
          Jika ada rongga udara dalam adsorben maka jalannya senyawa akan terganggu.
Fektor yg mempengaruhi proses pemisahan:
          Daya serap adsoben.
          Jenis / sifat eluen
          Suhu kromotografi
          Pelarut yg di gunakan
Cara mengetahui senyawa yg dipisahkan sehabis motografi:
          Bila komponen cairan yg akan di pisahkan itu berwarna, maka sanggup dilihat pita warna dalam kolom. Jika zat terpisah berwarna/ berfluariensi dgn memakai sinar uv, kolom penyerap sanggup dikeluarkan dgn cara di potong melintang lapisan yg diharapkan dipisahkan / sanggup juga zat tersebut disaring dari tiap lapisan dgn pelerutan yg cocok.
          Jika zat dipisahkan tidak berwarna, letak lapisan zat sanggup di ketahui dgn cara memberi warna/ menyemprot kolom dgn zat yg membentuk warna, kemudian elarutnya di uapkan dgn pelarutan diuapkan dgn  pengurangan tekan guna mencegah supaya jaringan terjadi perusakan pada senyawa kajian. Bila suatu pemisah sukar di pisahkan / dilakukan maka diperlukan  maka diharapkan pengumpulan lebih banyak faksi otomatis.
Hal-hal yg perlu diperhatikan dalam kk.
          Kolom, tergantung pada banyak zat yg dipisahkan.
          Fase gerak (eluen) dicocokan polar/tidaknya.
          Adsorben, harus bebas dari air pola Al2o3. silika gel.
          Fase diam, biasanya aluminium oksida.
o   Jenis adsorben yg umum dipkai dalam kk:
          Tepung selulosa
          Tepung kanji
          Karbonat
          Aksida
          Silika gel.
Cara pengisean kolom:
      1. cara basah
          Isi dasar kolom dgn kapas
          Masukan eluen
          Campuran dgn rata sebagai adsorbendan eluen menjadi homogen
          Jangan digoyg kurang lebih enam jam
          Setelah stabil masukan eluen dan azat dan keluarkan eluen
2. cara kering
          Isi tabung dgn kapas
          Masukan eluen
          Masukan adsorbenkeringsedikit sebagai di aduk
Pebedaan cara lembap dan kering ialah :
          Cara basah.
Eluen di campurkan dgn obsorden secara merata sebelum di isikan ke dalam kolom.
          Cara kering
Eluen dimasukan lebih dahulu, kemudian adsorben kering di masukan sedikit ke dalam kolom sambil di aduk.
Dalam menentukan adsorben harus diperhatikan:
          Sifatnya.
          Besar pratikelnya dan horgenitasnya
Kelemahan dari kk:
          Pemisahan berjalan lambat
          Tidak sanggup digunakan jikalau partikel terlalu kecil
          Penyerapan tidak sanggup dibolak balik.
Pembuktian suatu senyawa telah murni sanggup dilakukan dgn cara :
          Pengujian fisika
o   Dengan membandingkan sifat yg di dapatkan, menurut listrik, jikalau angka perbedaannya kecil maka senyawa itu punya
          Kk kemurnian yg tinggi
          Khusus untuk senyawa yg belum di kenal. Kemudian sanggup diketahui melalui KLT


Sumber http://kampusfarmasi.blogspot.co.id/