Manfaat Puasa Bagi Kesehatan Manusia

Diposting pada


Bulan Ramadhan ialah bulan yg paling dinanti oleh umat muslim. Saat itu, dianggap sebagai bulan yg penuh berkah dan rahmah. Semua umat muslim yg sehat dan sudah bakir balik diwajibkan untuk berpuasa sebulan penuh. Meskipun untuk sebagian orang ibadah puasa cukup berat, tetapi terdapat keistimewaan untuk mendapat pesan tersirat dari Tuhan berupa kebahagian, pahala berlipat, dan bahkan suatu muhjizat dalam kesehatan.

Para pakar nutrisi dunia mendefinisikan puasa atau kelaparan (starvasi) sebagai pantangan mengkonsumsi nutrisi baik secara total atau sebagian dalam jangka panjang atau jangka pendek. Sedangkan konsep puasa dalam Islam secara substansial ialah menahan diri tidak makan, minum dan berafiliasi suami istri mulai terbit fajar hingga terbenam matahari dgn disertai niat. Sehingga puasa mempunyai perbedaan dibandingkan starvasi biasa. 

Berikut ini ialah beberapa manfaat puasa bagi kesehatan tubuh manusia:

1. Keseimbangan anabolisme dan katabolisme

Berbeda dgn kelaparan atau starvasi dalam banyak sekali bentuk sanggup mengganggu kesehatan tubuh. Namun sebaliknya, dalam puasa ramadhan terjadi keseimbangan anabolisme dan katabolisme yg berakibat asam amino dan banyak sekali zat lainnya membantu peremajaan sel dan komponennya memproduksi glukosa darah dan mensuplai asam amino dalam darah sepanjang hari. Cadangan protein yg cukup dalam hati lantaran asupan nutrisi ketika buka dan sahur akan tetap sanggup membuat kondisi tubuh untuk terus memproduksi protein esensial lainnya menyerupai albumin, globulin dan fibrinogen. Hal ini tidak terjadi pada starvasi jangka panjang, lantaran terjadi penumpukan lemak dalam jumlah besar, sehingga beresiko terjadi sirosis hati. Sedangkan ketika puasa di bulan ramadhan, fungsi hati masih aktif dan baik.

2. Tidak akan menjadikan pengasaman dalam darah

Kemudian juga berbeda dgn starvasi, dalam puasa Islam penelitian memperlihatkan asam amino teroksidasi dgn pelan dan zat keton tidak meningkat dalam darah sehingga tidak akan menjadikan pengasaman dalam darah.

3. Tidak besar lengan berkuasa pada sel darah manusia

Dalam penelitian, ketika puasa tidak besar lengan berkuasa pada sel darah insan & tidak terdapat perbedaan jumlah retikulosit, volume sel darah merah serta rata-rata konsentrasi hemoglobin (MCH, MCHC) dibandingkan dgn orang yg tidak berpuasa.

4. Puasa pada penderita diabetes tipe 2 tidak berpengaruh

Puasa ramadhan pada penderita diabetes tipe 2 tidak besar lengan berkuasa dan tidak terdapat perbedaan protein gula, protein glikosilat dan hemoglobin glikosilat. Namun pada penderita diabetes tipe tertentu sebaiknya harus berkonsultasi dgn dokter jikalau hendak berpuasa. Diantaranya ialah penderita diabetes dgn keton meningkat, sedang hamil, usia anak atau komplikasi lain menyerupai gagal ginjal dan jantung.

5. Pengaruh pada Ibu hamil dan menyusui

Terdapat sebuah penelitian puasa pada ibu hamil, ibu menyusui, dan kelompok tidak hamil dan tidak menyusui di perkampungan Afika Barat. Ternyata dalam penelitian tersebut disimpulkan tidak terdapat perbedaan kadar glukosa serum, asam lemak bebas, trigliserol, keton, beta hidroksi butirat, alanin, insulin, glucagon dan hormon tiroksin.

6. Pengaruh pada janin ketika ibu hami berpuasa

Penelitian di Departemen Obstetri dan Ginekologi dari Gaziantep University Hospital, terhadap 36 perempuan sehat dgn kehamilan tanpa komplikasi berturut-turut dari 20 ahad atau lebih, yg berpuasa selama bulan Ramadhan untuk mengevaluasi imbas bulan ampunan pada janin, pengukuran Doppler ultrasonografi dalam peningkatan diameter biparietal janin (BPD), peningkatan panjang tulang paha janin (FL), meningkatkan berat tubuh diperkirakan janin (EFBW), profil biofisik janin (BPP), indeks cairan amnion (AFI), dan rasio arteri umbilikalis sistol / diastol (S / D) rasio.

Kortisol serum ibu, trigliserida, kolesterol total, low-density lipoprotein (LDL), high density lipoprotein (HDL), very Low density lipoprotein (VLDL), dan LDL / HDL rasio juga dievaluasi sebelum dan setelah Ramadhan. Hasil penelitian menunjukkan, tidak ada perbedaan signifikan yg ditemukan antara kedua kelompok untuk usia janin, berat tubuh ibu, perperkiraan kenaikan berat tubuh janin (EFWG), BPP janin, AFI, dan rasio arteri umbilikalis S / D.

7. Penurunan glukosa dan berat badan

Studi kohort dilakukan pada 81 mahasiswa Universitas Teheran of Medical Sciences ketika berpuasa. Dilakukan penilaian berat badan, indeks massa tubuh (BMI), glukosa, trigliserida (TG), kolesterol, lipoprotein densitas rendah (LDL), high density lipoprotein (HDL), dan Very Low density lipoprotein (VLDL), sebelum dan setelah Ramadhan. Studi ini memperlihatkan bahwa puasa Ramadhan mengakibatkan penurunan glukosa dan berat badan. Meskipun ada penurunan yg signifikan dalam frekuensi makan, peningkatan yg signifikan dalam LDL dan penurunan HDL tercatat pada bulan Ramadhan. Tampaknya imbas puasa Ramadhan pada tingkat lipid dalam darah mungkin berkaitan dekat dgn teladan makan gizi atau respon kelaparan biokimia.

8. Pengaruh pada fungsi kelenjar gondok

Ketika berpuasa ternyata juga terbukti tidak besar lengan berkuasa pada fungsi kelenjar gondok manusia. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa tidak terdapat perbedaan kadar plasma tiroksin (TS),tiroksin bebas, tironin triyodium dan hormon perangsang gondok (TSH) pada penderita pria yg berpuasa.

9. Pengaruh pada hormon virgisteron

Sedangkan pada penelitian hormon perempuan tidak terjadi gangguan pada hormon virgisteron ketika melaksanakan puasa. Tetapi, 80% populasi penelitian memperlihatkan penurunan hormon prolaktin. Penelitian ini memperlihatkan impian gres bagi penderita infertilitas atau kemandulan perempuan yg disebabkan peningkatan hormon prolaktin. Sehingga ketika puasa, perempuan tetap berpeluang besar untuk tetap pada kondisi subur.

10. Bermanfaat Bagi Jantung

Beberapa penelitian menyebutkan bersama-sama tidak terdapat perbedaan yg mencolok ketika berpuasa dibandingkan ketika tidak berpuasa. Puasa Ramadhan tidak mempengaruhi secara drastis metabolisme lemak, karbohidrat dan protein. Meskipun terjadi peningkatan serum uria dan asam urat sering terjadi ketika terjadi kehilangan cairan tubuh ringan ketika puasa. Saat berpuasa ternyata terjadi peningkatan HDL dan apoprotein alfa1. Penurunan LDL sendiri ternyata sangat bermanfaat bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah. Beberapa penelitian “chronobiological” memperlihatkan ketika puasa Ramadhan besar lengan berkuasa terhadap ritme penurunan distribusi sirkadian dari suhu tubuh, hormon kortisol, melatonin dan glisemia. Berbagai perubahan yg meskipun ringan tersebut sepertinya juga berperan bagi peningkatan kesehatan manusia.

11. Memperbaiki dan merestorasi fungsi dan kinerja sel

Saat puasa terjadi perubahan dan konversi yg masif dalam asam amino yg terakumulasi dari makanan, sebelum didistribusikan dalam tubuh terjadi format ulang. Sehingga, memperlihatkan kesempatan tunas gres sel untuk memperbaiki dan merestorasi fungsi dan kinerjanya. Pola makan ketika puasa sanggup mensuplai asam lemak dan asam amino penting ketika makan sahur dan berbuka. Sehingga terbentuk tunas-tunas protein , lemak, fosfat, kolesterol dan lainnya untuk membangun sel gres dan membersihkan sel lemak yg menggumpal di dalam hati. Jumlah sel yg mati dalam tubuh mencapai 125 juta perdetik, namun yg lahir dan meremaja lebih banyak lagi.

12. Sangat efektif meningkatkan konsentrasi urin dalam ginjal serta meningkatkan kekuatan osmosis urin

Penghentian konsumsi air selama puasa sangat efektif meningkatkan konsentrasi urin dalam ginjal serta meningkatkan kekuatan osmosis urin hingga mencapai 1000 hingga 12.000 ml osmosis/kg air. Dalam keadaan tertentu hal ini akan memberi proteksi terhadap fungsi ginjal. Kekurangan air dalam puasa ternyata sanggup meminimalkan volume air dalam darah. Kondisi ini berakibat memacu kinerja prosedur lokal pengatur pembuluh darah dan menambah prostaglandin yg pada hasilnya memacu fungsi dan kerja sel darah merah.

13. Dalam keadaan puasa ternyata sanggup meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Penelitian memperlihatkan ketika puasa terjadi peningkatan limfosit hingga sepuluh kali lipat. Kendati keseluruhan sel darah putih tidak berubah ternyata sel T mengalami kenaikkan pesat. Pada penelitian terbaru memperlihatkan bahwa terjadi penurunan kadar apo-betta, menaikkan kadar apo-alfa1 dibandingkan sebelum puasa. Kondisi tersebut sanggup menjauhkan serangan penyakit jantung dan pembuluh darah.

14. Penurunan banyak sekali hormon salah satu belakang layar hidup jangka panjang

Penelitian endokrinologi memperlihatkan bahwa teladan makan ketika puasa yg bersifat rotatif menjadi beban dalam asimilasi kuliner di dalam tubuh. Keadaan ini menjadikan penurunan pengeluaran hormon sistem pencernaan dan insulin dalam jumlah besar. Penurunan banyak sekali hormon tersebut ialah salah satu belakang layar hidup jangka panjang.

15. Bermanfaat dalam pembentukan sperma

Manfaat lain ditunjukan dalam penelitian pada kesuburan laki-laki. Dalam penelitian tersebut dilakukan penelitian pada hormon testoteron, prolaktin, lemotin, dan hormon stimulating folikel (FSH), Ternyata hasil tamat kesimpulan penelitian tersebut puasa bermanfaat dalam pembentukan sperma melalui perubahan hormon hipotalamus-pituatari testicular dan efek kedua testis.

16. Bermanfaat untuk penderita radang persendian (encok) atau rematoid arthritis

Manfaat lain yg perlu penelitian lebih jauh ialah efek puasa pada membaiknya penderita radang persendian (encok) atau rematoid arthritis. Parameter yg diteliti ialah fungsi sel penetral (netrofil) dan progresifitas klinis penderita. Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa terdapat kekerabatan antara membaiknya radang sendi dan peningkatan kemampuan sel penetral dalam membasmi bakteri.

17. Memperbaiki hormon testoteron dan performa seksual

Dalam sebuah jurnal endokrin dan metabolisme dilaporkan penelitian puasa dikaitkan dgn hormon dan kemampuan seksual laki-laki. Penelitian tersebut mengamati kadar hormon kejantanan (testoteron), perangsang kantung (FSH) dan lemotin (LH). Terjadi perubahan kadar banyak sekali hormon tersebut dalam tiap minggu. Dalam tahap awal didapatkan penurunan hormon testoteron yg berakibat penurunan nafsu seksual tetapi tidak menganggu jaringan kesuburan. Namun hanya bersifat sementara lantaran beberapa hari setelah puasa hormon testoteron dan performa seksual meningkat pesat melebihi sebelumnya

18. Memperbaiki kondisi mental secara bermakna

Seorang peneliti diMoskow melaksanakan penelitian pada seribu penderita kelainan mental termasuk skizofrenia. Ternyata dgn puasa sekitar 65% terdapat perbaikan kondisi mental yg bermakna. Berbagai penelitian lainnya memperlihatkan ternyata puasa Ramadhan juga mengurangi risiko kompilkasi kegemukan, melindungi tubuh dari kerikil ginjal, meredam gejolak seksual kalangan muda dan penyakit lainnya yg masih banyak lagi.

19. Peningkatan komunikasi psikososial baik dgn Tuhan dan sesama manusia

Manfaat puasa bagi kehidupan psikososial memegang peranan penting dalam kesehatan manusia. Dalam bulan puasa terjadi peningkatan komunikasi psikososial baik dgn Tuhan dan sesama manusia. Hubungan psikologis berupa komunikasi dgn Tuhan akan meningkat pesat, lantaran puasa ialah bulan penuh berkah. Setiap doa dan ibadah akan berpahala berlipat kali dibandingkan biasanya.

Bertambahnya kualitas dan kuantitas ibadah di bulan puasa akan juga meningkatkan komunikasi sosial dgn sesama insan baik keluarga, saudara dan tetangga akan lebih sering. Berbagai peningkatan ibadah secara pribadi akan meningkatkan kekerabatan dgn Pencipta dan sesamanya ini akan membuat jiwa lebih aman, teduh, senang, gembira, puas serta bahagia.

20. Menurunkan adrenalin

Keadaan psikologis yg tenang, teduh dan tidak dipenuhi rasa amarah ketika puasa ternyata sanggup menurunkan adrenalin. Saat murka terjadi peningkatan jumlah adrenalin sebesar 20-30 kali lipat. Adrenalin akan memperkecil kontraksi otot empedu, menyempitkan pembuluh darah perifer, meluaskan pembuluh darah koroner, meningkatkan tekanan darah arterial dan menambah volume darah ke jantung dan jumlah detak jantung. Adrenalin juga menambah pembentukan kolesterol dari lemak protein berkepadatan rendah. Berbagai hal tersebut ternyata sanggup meningkatkan resiko penyakit pembuluh darah, jantung dan otak menyerupai jantung koroner, stroke dan lainnya.

21. Meningkatkan kemampuan otak

Puasa sanggup meningkatkan neurotropik yg diturunkan dari otak, yg membantu tubuh untuk memproduksi lebih banyak sel-sel otak, dan pada hasilnya sanggup meningkatkan fungsi otak. Penurunan jumlah hormon kortisol pada ketika berpuasa yg dihasilkan oleh kelenjar adrenal sanggup membuat seseorang menurunkan tingkat stres.

22. Dapat berpikir lebih tajam dan lebih kreatif
Puasa sanggup membuat pikiran menjadi lebih damai dan melambat, berdasarkan sebuah penelitian pikiran yg melambat sanggup membuatnya bekerja lebih tajam. Rasa lapar ketika berpuasa ialah problem yg masuk akal apabila rasa lapar memaksa untuk berpikiran lebih tajam dan lebih kreatif.

23. Mengurangi kebiasaan buruk
Berpuasa ialah salah satu cara yg sempurna untuk mengubah gaya hidup yg tidak sehat dan teladan makan buruk. Selama kegiatan berpuasa sanggup menghentikan kebiasaan menyerupai merokok dan makan kuliner yg manis.

24. Pencegah & Penyembuh Penyakit Mental

Otak kita didalamnya mempunyai fungsi pembersih dan penyehat otak dgn sumbangan sel yg disebut dgn “neuroglial cells”. Saat berpuasa, sel-sel neuron yg mati atau sakit, akan “dimakan” oleh sel-sel neuroglial ini, dimana hal ini akan berdampak pula pada mental seseorang. bahkan, seorang ilmuwan di bidang kejiwaan yg berjulukan Dr. Ehret menyatakan bahwa: “Beberapa hari berpuasa akan memperlihatkan dampak pada kesehatan fisik dan lebih lanjut untuk mendapat kesehatan mental, seseorang harus menjalani puasa lebih dari 21 hari.

25. Mengeluarkan racun dalam tubuh

Manfaat puasa juga sanggup mengeluarkan racun dalam tubuh yg menumpuk atau mendetoksifikasi. Selama berpuasa, Anda sanggup mendetoksifikasi atau mengeluarkan racun dalam sistem pencernaan dalam satu bulan. Ketika tubuh memakan cadangan lemak untuk mendapat energi, cadangan lemak akan mengkremasi setiap racun yg berbahaya dalam tubuh.

26. Memperlancar Sistem Pencernaan

Selama berpuasa, maka organ-organ pencernaan akan beristirahat. Namun fungsi fisiologis pencernaan tetap berjalan normal, terutama produksi sekresi pencernaan. Sehingga membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh dan membersihkan tubuh dari sisa-sisa atau endapan makanan. Pengolahan kuliner dalam sistem pencernaan juga relatif tetap stabil, pelepasan energi juga mengikuti teladan yg bertahap. Puasa juga akan membuat sistem pencernaan memperoleh waktu untuk merevitalisasi dan meningkatkan fungsinya. Namun untuk diperhatikan, acara puasa tidak menghentikan produksi asam lambung. Sehingga bagi penderita maag terutama yg sudah akut, disarankan untuk tetap berkonsultasi dgn ahlinya sebelum menentukan berpuasa.



Sumber: dari banyak sekali sumber.

Baca juga:

Manfaat dan Manfaat Buah Kurma Bagi Tubuh – Baca Disini!
Makanan Sahur Agar Kuat Berpuasa – Baca Disni!


Sumber http://herbalnewspedia.blogspot.co.id/