Resepmakanan.me
Resepmakanan.me

Sokletasi

Diposting pada


Sokletasi ialah suatu metode / proses pemisahan suatu komponen yg terdapat dalam zat padat dgn cara penyaringan berulang ulang dgn memakai pelarut tertentu, sehingga semua komponen yg diinginkan akan terisolasi.
Pengambilan suatu senyawa organik dari suatu materi alam padat disebut ekstraksi.  Jika senyawa organik yg terdapat dalam materi padat tersebut dalam jumlah kecil, maka teknik isolasi yg digunakan tidak sanggup secara maserasi, melainkan dgn teknik lain dimana pelarut yg digunakan harus selalu dalam keadaan panas sehingga diharapkan sanggup mengisolasi senyawa organik itu lebih efesien.  Isolasi semacam itu disebut sokletasi.
Adapun prinsip sokletasi ini adalah
Penyaringan yg berulang ulang sehingga hasil yg didapat tepat dan pelarut yg digunakan relatif sedikit.  Bila penyaringan ini telah selesai, maka pelarutnya diuapkan kembali dan sisanya ialah zat yg tersari.  Metode sokletasi memakai suatu pelarut yg gampang menguap dan sanggup melarutkan senyawa organik yg terdapat pada materi tersebut, tapi tidak melarutkan zat padat yg tidak diinginkan.
Metoda sokletasi seakan ialah penggabungan antara metoda maserasi dan perkolasi.  Jika pada metoda pemisahan minyak astiri ( distilasi uap ), tidak sanggup digunakan dgn baik sebab persentase senyawa yg akan digunakan atau yg akan diisolasi cukup kecil atau tidak didapatkan pelarut yg diinginkan untuk maserasi ataupun perkolasi ini, maka cara yg terbaik yg didapatkan untuk pemisahan ini ialah sokletasi
Sokletasi digunakan pada pelarut organik tertentu. Dengan cara pemanasan, sehingga uap yg timbul sesudah hambar secara kontunyu akan membasahi sampel, secara teratur pelarut tersebut dimasukkan kembali kedalam labu dgn membawa senyawa kimia yg akan diisolasi tersebut. Pelarut yg telah membawa senyawa kimia pada labu distilasi yg diuapkan dgn rotary evaporator sehingga pelarut tersebut sanggup diangkat lagi jika suatu adonan organik berbentuk cair atau padat ditemui pada suatu zat padat, maka sanggup diekstrak dgn memakai pelarut yg diinginkan.
 Syarat syarat pelarut yg digunakan dalam proses sokletasi :
1.      Pelarut yg gampang menguap
Ex : heksan, eter, petroleum eter, metil klorida dan alkohol
2.      Titik didih pelarut rendah.
3.      Pelarut tidak melarutkan senyawa yg diinginkan.
4.      Pelarut terbaik untuk materi yg akan diekstraksi.
5.      Pelarut tersebut akan terpisah dgn cepat sesudah pengocokan.
6.      Sifat sesuai dgn senyawa yg akan diisolasi, polar atau nonpolar.
Ekstraksi sinambung dgn memakai alat soklet ialah suatu mekanisme ekstraksi kontituen kimia tumbuhan dari jaringan tumbuhan yg telah dikeringkan.
Ekstraksi dilakukan dgn memakai secara berurutan pelarut – pelarut organik dgn kepolaran yg semakin menigkat.  Dimulai dgn pelarut heksana, eter, petroleum eter, atau kloroform untuk memisahkan senyawa – senyawa trepenoid dan lipid – lipid, kemudian dilanjutkan dgn alkohol dan etil asetat untuk memisahkan senyawa – senyawa yg lebih polar.  Walaupun demikian, cara ini seringkali tidak menghasilkan pemisahan yg tepat dari senyawa – senyawa yg diekstraksi.
Cara menghentikan sokletasi ialah dgn menghentikan pemanasan yg sedang berlangsung.  Sebagai catatan, sampel yg digunakan dalam sokletasi harus dihindarkan dari sinar matahari langsung.  Jika hingga terkena sinar matahari, senyawa dalam sampel akan berfotosintesis hingga terjadi penguraian atau dekomposisi.  Hal ini akan menjadikan senyawa gres yg disebut senyawa artefak, hingga dikatakan sampel tidak alami lagi.
Alat sokletasi tidak boleh lebih rendah dari pipa kapiler, sebab ada kemungkinan terusan pipa dasar akan tersumbat.  Juga tidak boleh terlalu tinggi dari pipa kapiler sebab sampel tidak terendam seluruhnya.
Dibanding dgn cara terdahulu ( destilasi ), maka metoda sokletasi ini lebih efisien, karena:
  1. Pelarut organik sanggup menarik senyawa organik dalam materi alam secara berulang kali.
  2. Waktu yg digunakan lebih efisien.
  3. Dapat dilakukan keg paralel
  4. Pelarut lebih sedikit dibandingkan dgn metoda maserasi atau perkolasi.
Sokletasi dilarang apabila :
1.      Pelarut yg digunakan tidak berwarna lagi.
2.      Sampel yg diletakkan diatas beling arloji tidak menjadikan bercak lagi.
3.      Hasil sokletasi di uji dgn pelarut tidak mengalami perubahan yg spesifik.
Keunggulan sokletasi :
1.      Sampel diekstraksi dgn tepat sebab dilakukan berulang ulang.
2.      Jumlah pelarut yg digunakan sedikit.
3.      Proses sokletasi berlangsung cepat.
4.      Jumlah sampel yg diharapkan sedikit.
5.      Pelarut organik sanggup mengambil senyawa organik dalam materi berulang kali.
Kelemahan sokletasi :
1.      Tidak baik digunakan untuk mengekstraksi materi bahan tumbuhan yg gampang rusak atau senyawa senyawa yg tidak tahan panas sebab akan terjadi penguraian.
2.      Harus dilakukan identifikasi sesudah penyarian, dgn memakai pereaksi meyer, Na, wagner, dan reagen reagen lainnya.
3.      Pelarut yg digunakan memiliki titik didih rendah, sehingga gampang menguap


Sumber http://kampusfarmasi.blogspot.co.id/