Resepmakanan.me
Resepmakanan.me

Teknis Budidaya Jahe Merah/ Emprit/ Gajah

Diposting pada

                                                               TEKNIS BUDIDAYA JAHE MERAH/ EMPRIT/ GAJAH

TEKNIS BUDIDAYA JAHE MERAH/EMPRIT/GAJAH

Sebelum kita melangkah ke budidaya jahe ada beberapa hal yg perlu kita siapkan antara lain :

  1. Ternak kuman / microba cultur
  2. Pembuatan pupuk / bokhasi

( ini nanti akan saya bahas lebih detail so nanti harapannya kita sanggup buat pupuk cair dan pupuk padat (bokhasi) sendiri sehingga sanggup menekan biaya produksi )

Teknis penanaman jahe merah/emprit/gajah :

  1. Pembibitan

Pilih bibit jahe yg berkualitas (asal-usul terang jenisnya dan berumur 1 thn keatas ) sebab ini sangat memilih perkembanagan dan hasil dari budidaya. potong2 rimpang jahe memakai tangan / pisau ( seterilkan tangan / pisau apabila mengenai jahe yg kedaluwarsa dg air garam) bisniskan setiap penggalan mempunyai 2 ato 3 mata tunas atau kurang lebih 5 – 7 cm rimpang jahe. jemur bibit jahe yg telah dipotong2 tadi untuk menghindari bakteri/jamur merugikan 6 – 12 jam.

Setelah itu rimpang jahe direndam dgn zat pertumbuhan tumbuhan (kita sanggup menciptakan sendiri) selama 6 jam tiriskan hingga kering. rimpang jahe siap disemaikan dgn cara sebar pupuk bokhasi setebal 10 cm taruhlah rimpang jahe diatasnya lalu tutupi dgn sekam padi untuk menjaga kelembapan. bisniskan daerah persemaian terhindar dari matahari langsung, siram pada pagi dan sore hari biasanya dalam waktu 1-2 ahad akan muncul tunas2 jahe.

                                                               TEKNIS BUDIDAYA JAHE MERAH/ EMPRIT/ GAJAH

dalam persemaian

sesudah bibit tumbuh sekitar 15 cm gres pindahkan ke dalam karung / wadah.

2.  Penanaman.

Baca Lanjutan:  Identifikasi Anaesthesin

Menggunakan karung/wadah ukuran lebar 50cm x 60 cm tinggi, jangan lupa karung/wadah dilubangi untuk mendapat aerasi yg anggun bisniskan banyak lubang. masukkan media gabungan tanah dgn bokhasi dgn perbandingan 30% : 70% setinggi 15-20 cm, satu karung/wadah sanggup diisi dgn jumlah 3-5 tunas  yg mana tunas2 dikumpulkan ditengah dgn mata tunas menghadap keluar atau saling membelakangi.  (alasan kenapa satu karung kita isi sebanyak itu sebab kita mencoba menanam jahe dgn teknik vertikultur/keatas). 

Sehingga nantinya jahe kl tumbuh subur maka 30 hari sesudah tanam maka diharapkan penambahan media setinggi 10-15 cm dgn media gabungan tanah dan bokhasi ini bertujuan untuk melindungi tunas jahe sekaligus memberi nutrisi/makanan gres bagi jahe,bisniskan setiap bulan sekali lakukan penambahan media tanam hingga bulan kelima.    Hal ini dikarenakan jahe membutuhkan cukup banyak air maka tumbuhan jahe perlu disiram setiap hari 2 x pagi dan sore atau sesuai kondisi media. tidak lupa untuk menjaga kebutuhan asupan nutrisi tumbuhan jahe maka setiap seminggu sekali
dilakukan penyemprotan / pengocoran dgn microba cultur 1/2 liter dicampur 14 liter air.

Dibawah ini gambar jahe dari tanggal 31 agustus 2013 hingga 01 januari 2014 :

                                                               TEKNIS BUDIDAYA JAHE MERAH/ EMPRIT/ GAJAH

berada dipersemaian 2 ahad ditanam 31 agustus 2013

                                                               TEKNIS BUDIDAYA JAHE MERAH/ EMPRIT/ GAJAH

17 september 2013

                                                               TEKNIS BUDIDAYA JAHE MERAH/ EMPRIT/ GAJAH

05 oktober 13

                                                               TEKNIS BUDIDAYA JAHE MERAH/ EMPRIT/ GAJAH

16 okt 13

                                                               TEKNIS BUDIDAYA JAHE MERAH/ EMPRIT/ GAJAH

25 nov 13

                                                               TEKNIS BUDIDAYA JAHE MERAH/ EMPRIT/ GAJAH

ini penampakan rimpang jahe dgn 15 anakan/tunas dari 3 tunas tgl 25 nov 13

                                                               TEKNIS BUDIDAYA JAHE MERAH/ EMPRIT/ GAJAH

ini saudaranya gan dgn umur yg sama

                                                               TEKNIS BUDIDAYA JAHE MERAH/ EMPRIT/ GAJAH

samping kita kasih waring/jaring untuk pelindung ayam tetangga agak bandel gan, atasnya kita kasih paranet dgn tingkat kerapatannya 65% maklum sidoarjo panas rata2 28 – 32 ( foto tampak luar )

                                                               TEKNIS BUDIDAYA JAHE MERAH/ EMPRIT/ GAJAH

ini penampakan tgl 7 januari 2014 jumlah anakan mencapai 33. batang paling bau tanah kita potong bisniskan jumlah anakan cukup 20 – 25 anakan khawatir berantem aja sih itu tanaman

                                                               TEKNIS BUDIDAYA JAHE MERAH/ EMPRIT/ GAJAH

04 jan 14 (foto dari dalam)

                                                               TEKNIS BUDIDAYA JAHE MERAH/ EMPRIT/ GAJAH

04 jan 14 sory gan, itu keliatan ada rumput hingga tumbuh tinggi gitu. maklum g sempet cibuk kerjoan nang pabrik gan

                                                               TEKNIS BUDIDAYA JAHE MERAH/ EMPRIT/ GAJAH

04 jan 14 masa-masa menunggu panen kok cek suwene yow…. gres nyadar ini masih ber umur 4 bulanan padahal panennya 10 -12 bln masih seengah jalan…go green indonesiaku !!!!

Ups hampir lupa perihal apa2 aja yg perlu disiapkan untuk budidaya jahe dalam karung / wadah, antara lain :
1. ternak kuman / microba cultur
siapkan materi dibawah ini :

  • biang kuman …………………………………. 2 ltr ( SOT atau EM4 dll)
  • urine kambing/sapi/kelinci…………………. 50 ltr
  • air kelapa …………………………………….. 40 ltr
  • rumen ( dalem e babat) …………………… 10 kg
  • jus nanas …………………………………….. 10 kg
  • jus pepaya …………………………………… 10 kg
  • gula pasir …………………………………….. 1/4 kg
  • serabut kelapa tnp kulit ……………………. 1 sak 50 kg
  • fermentasi dgn wadah tertutup selama 7 hari tiap pagi dan sore diaduk untuk mengeluarkan amoniak dan panas
Baca Lanjutan:  Kenapa Anda Perlu Detox ?

Cara pembuatannya :

Tuangkan biang kuman dalam bejana campur dgn gula pasir diamkan selama 6 – 24 jam ini bertujuan untuk mengaktif kuman yg ada dalam biang kuman semoga siap tempur…heheeheee ini angep aja pasukan kita gan untuk menyuburkan tanah. siapkan drum untuk daerah fermentasi, aduk rumen dgn air kelapa secukupnya semoga kita sanggup mengambil microbakteri yg ada dalam rumen dg cara disaring / diperas masukkan masukkan dlm drum bersamaan dgn jus nanas & pepaya yg telah disaring aduk rata adonan tesebut sesudah itu masukkan biang kuman yg telah siap tempur. terakhir masukkan serabut kelapa. bisniskan didalam drum/tandon ada sisa ruang paling tidak 25 % ada ruang khawatir meledak gan. tutup rapat drum/tandon jangan lupa tiap pagi dan sore diaduk2, gejala fermentasi berhasil anyir bermetamorfosis kayak anyir tape. microba culture siap diaplikasikan ke semua tumbuhan / pembuatan kompos (bokhasi) nantinya.

Sumber : 
Sumber http://kebunjaheindonesia.blogspot.co.id